Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Mencuci Tangan dengan Perilaku Mencuci Tangan pada Penjaja Makanan dan Minuman di Food Court Balubur Town Square Tamansari

Elin Marlina Mulyani, Siska Nia Irasanti, Susan Fitriyana

Abstract


Abstract. Data from the World Health Organization (WHO) shows there are more than 200 kinds of diseases that can be transmitted by food. Food borne disease is transmitted by fecal-oral route and causes gastrointestinal disorders’s symptoms, such as abdominal pain, diarrhea, nausea, and vomit. Food vendors are people who are directly or indirectly related during the processing to serving food. One of the effective ways to prevent contamination of food by microorganisms is by using shoap and water in every hands washing. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge about hands washing with the activity of hands washing at food and beverage vendors in Balubur Town Square Tamansari food court. This research is using analytic observational with survey method design. Data in this study were collected using questionnaires and processed with chi square test. The amount of data using total sampling method with 93 respondents consisting of 17 cashiers and 76 chefs. In this study, the level of knowledge in food and beverage vendors in Balubur Town Square food court was 65,%, hand washing behavior in food and beverage vendors in Balubur Town Square food court was 58,%, and the relationship between knowledge and hands washing behavior obtained the results of respondents who have good knowledge about hands washing  with enough hand washing behavior as much as 50,% with a value of p = 0.049 which means there is a significant relationship between the level of knowledge about hands washing with hand washing behavior in food and beverage vendors at the Food Court Balubur Town Square Tamansari. A person's behavior is not only influenced by knowledge, there are several other factors such as attitude, tradition, social and economic level.

Key Word: activity of hand washing, beverage vendor, food court, knowlegde

Abstrak. Data dari World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari 200 macam penyakit yang bisa menular lewat makanan. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi terkontaminasinya makanan oleh mikroorganisme yang ada di tangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang mencuci tangan dengan perilaku mencuci tangan pada penjaja makanan dan minuman di food court Balubur Town Square Tamansari. Penelitian ini bersifat analitik observasi dengan rancangan metode cross sectional. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan diolah dengan uji chi square. Pemilihan sampel dilakukan melalui total sampling dengan jumlah responden adalah 93 orang terdiri dari 17 orang kasir dan 76 orang koki. Pada penelitian ini didapatkan tingkat pengetahuan baik pada penjaja makanan dan minuman di food court Balubur Town Square sebesar 65,%, perilaku mencuci tangan cukup pada penjaja makanan dan minuman di food court Balubur Town Square sebesar 58,%, dan hubungan antara pengetahuan dengan perilaku mencuci tangan didapatkan hasil responden yang memiliki pengetahuan baik tentang mencuci tangan dengan perilaku mencuci tangan yang cukup sebanyak 50,% dengan nilai p=0,049 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang mencuci tangan dengan perilaku mencuci tangan pada penjaja makanan dan minuman di Food Court Balubur Town Square Tamansari. Perilaku seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, terdapat beberapa faktor lain seperti sikap, tradisi, tingkat sosial dan ekonomi.

Kata Kunci: food court, pengetahuan, perilaku mencuci tangan, penjaja makanan dan minuman

 


Keywords


food court, pengetahuan, perilaku mencuci tangan, penjaja makanan dan minuman

Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Lebih dari 200 penyakit dapat menular melalui makanan, keamanan pangan harus diperhatikan. 2018 Sept 27 (diunduh 28 Februari 2019);1.

Susanna D, Hartono B. Measuring e. coli on ketoprak and gado-gado sold at campus university of indonesia, Depok. Makara Journal of Health Research. 2010;7(1).

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Perilaku mencuci tangan pakai sabun di Indonesia. 2018. Disertasi FKM Universitas Indonesia.

Kemenkes RI. Buletin jendela data dan informasi kesehatan situasi diare di Indonesia. Jurnal Buletin Jendela Data & Informasi Kesehatan. 2011. hlm. 1–44.

Kepmenkes RI. Keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 942/MENKES/SK/VII/2003 tentang pedoman persyaratan hygiene sanitasi makanan jajanan. 2003 hlm. 6–8. Tersedia dari : https://doi.org/10.16309/j.cnki.issn.1007-1776.2003.03.004

Setyaningrum R. Tingkat pengetahuan dan sikap tentang cuci tangan pakai sabun pada siswa SDN Batutuah I dan SDN Batutuah III Pagatan. Kesehatan. 2015;(1):42–46.

Silviana I. Perilaku cuci tangan pakai sabun studi kualitatif pada ibu-ibu di kampung nelayan muara angke Jakarta Utara. Arkemas. 2017;(2). Tersedia dari : https://doi.org/10.1186/1471-2148-11-346

Sari MH. Pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan perilaku penjaja makanan jajanan anak sekolah dasar. Jurnal of Health Education. 2017;1(1):39–46.

Muna LN. Analisis pengetahuan, sikap, dan praktik tentang keamanan pangan penjamah makanan kantin di dalam kampus institusi pertanian bogor. 2016 Oktober. hlm 2

Kholid. Promosi Kesehatan: Dengan pendekatan teori perilaku, media dan aplikasinya untuk mahasiswa dan praktisi kesehatan. Depok: Rajawali Press; 2018

Burhanuddin N. Filsafat ilmu. Edisi Pertama. Jakarta Timur: Prenadamedia Group; 2018

Sunaryo. Psikologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC; 2014

Priyoto. Teori sikap dan perilaku dalam kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2014

Kementerian Kesehatan RI. Ayo biasakan cuci tangan pakai sabun. Kemenkes RI. 2015. hlm. 4–5. Tersedia dari : http://www.depkes.go.id/article/view/15101900001/ayo-biasakan-cuci-tangan-pakai-sabun.html

Direktorat Bina Gizi Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman keamanan pangan di sekolah dasar. 2011;25

Arikunto S. Prosedur penelitian : suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta; 2013.

Dahlan MS. Langkah-langkah membuat proposal penelitian bidang kedokteran dan kesehatan. Edisi ke-2. Jakarta: Sagung Seto; 2009. hlm. 101–102

Rahmayani. Hubungan pengetahuan, sikap dantindakan hygiene sanitasi pedagang makanan jajanan di pinggir jalan. Aceh Nutrition Journal. Nopember 2018;3(2):172–8.

Maywati S, Hidayanti L, Lina N. Pengetahuan dan praktek hygiene penjamah pada pedagang makanan jajanan di sekitar Sekolah Dasar Kota Tasikmalaya. Gorontalo Journal Health and Science. 2019;1(1):1–9.

Novita L, Lestari R. Gambaran pengetahuan dan sikap penjamah makanan tentang personal higiene pada 3 pedagang kantin Poltekes Kemenkes Riau. Jurnal Ibu dan Anak. November 2018;6(2):81–8.

Kahlasi H, Febriani H, Chasanah S. Higiene sanitasi pedagang dengan perilaku pedagang makanan jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta. Jurnal Medika Respati. Juli 2019;14(3):1–10.

Hasanah Y, Ningrum P. Praktik higiene personal dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada tangan penjual petis (Studi di Pasar Anom Kecamatan Sumenep Kabupaten Sumenep). Juenal Pustaka Kesehatan. Januari 2018;6(1):77–84.

Toony GC, Bajak CA, Surudani CJ. Tingkat pengetahuan dan perilaku hygiene sanitasi pengolah makanan di tempat pengolahan makanan kawasan Pesisir Boulevard Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Ilmiah Sesabanua. November 2018;2(2):63–73.

Alwi K, Ismail E, Palupi I. Pengetahuan keamanan pangan penjamah makanan dan mutu pangan di Pondok Pesantren. Darussalam Nutrition Journal. November 2019;3(2):72–83.

Khairiyati L, Edyson, Marlinae L, Ulfah N, Rosadi D. Analisis pengetahuan, sikap, dan terapaan informasi tentang perilaku kebersihan dan sanitasi pada para penjual sayur. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. April 2018;3(2):476–82.




Flag Counter