Hubungan Proporsi Komponen Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Tempat Kerja Dengan Jumlah Peminat Pada Pedagang Makanan (Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan)

Ajeng Suci Lestari, Fajar Awalia Yuianto, Siska Nia Irasanti

Abstract


Abstract. World Health Organization’s data, approximately 2.2 million people in the developing countries die keluevery year from various diseases caused by poor levels of sanitation and hygiene. Indonesia was in the 3rd ranks with the worst sanitation in the world. The growth of street food today has become one of the informal sectors which is often associated with negative impacts on the urban environment. The purpose of this study is to find out the relation between components of PHBS in the workplace with the number of consumer of food traders in Tamansari, Bandung Wetan. This study was observational analytic with a survey method design. Sample selection is done through the estimation of proportion with absolute precision. The number of respondents are 60 consisted of 30 students and 30 traders. This study was conducted on October to November 2018 in Tamansari, Bandung Wetan. The results of the median percentage of PHBS that are fulfilled by traders are 89.47% with the smallest value at 57.89%. The median of food traders is 3.5, food taders favored by 17 from 30 students. On consumer buying interest PHBS is not the main factor that attracts interest. The conclusion in this study there is no significant relation between clean and healthy lifestyle in traders with the number of consumers interested in Tamansari.

 

Keyword: Buying Interest, PHBS, Informal Sector

Abstrak. Data World Health Organization, setiap tahunnya sekitar 2,2 juta orang di negara-negara berkembang meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh tingkat sanitasi dan hygiene yang buruk. Indonesia menduduki peringkat ke-3 dengan sanitasi terburuk di dunia. Pertumbuhan pedagang makanan kaki lima saat ini telah menjadi salah satu sektor informal yang sering dikaitkan dengan dampak negatif bagi lingkungan perkotaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan proporsi komponen PHBS di tempat kerja pada pedagang makanan dengan jumlah peminat konsumen di Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan rancangan metode survey. Pemilihan sampel dilakukan melalui estimasi proporsi dengan presisi mutlak. Jumlah responden 60 terdiri dari 30 mahasiswa dan 30 pedagang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2018 bertempat di Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan  dan di dapatkan hasil nilai tengah persentase PHBS yang dipenuhi oleh pedagang adalah 89.47% dengan nilai paling kecil di 57.89%. Nilai tengah pemilih pedagang makanan adalah 3.5, pedagang makanan yang difavoritkan oleh 17 dari 30 mahasiswa. Pada minat beli konsumen PHBS bukanlah menjadi faktor utama yang menarik minat . Simpulan pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara proporsi komponen perilaku hidup bersih dan sehat pada pedagang dengan jumlah peminat konsumen di Tamansari.

 

Kata Kunci: Minat Beli, PHBS, Sektor Informal


Keywords


Minat Beli, PHBS, Sektor Informal

Full Text:

PDF

References


Depkes. Pedoman Pembinaan Prilaku Hidup Bersih Dan Sehat. 2011;45. Tersedia Pada: Www.Depkes.Go.Id

Maimun DN, Dupai L, Erawan PEM. Pengaruh kesmas cilik dalammeningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan perilaku hidup bersih dan sehatmurid kelas v sekolah dasar negeri 12 poasia kota kendari tahun 2016. Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2017;2(5):1–9.

Budi As. Kajian lokasi pedagang kaki lima berdasarkan preferensi pkl serta persepsimasyarakat sekitar di kota pemalang. 2006 [Dikutip 3 Januari 2018]; Tersedia Pada: Http://Eprints.Undip.Ac.Id/16503/

Aryani D, Rosinta F. Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan dalam membentuk loyalitas pelanggan. J Ilmu Adm Dan Organ. 2010;17(2):114–26.

Fitri Y. Faktor - faktor yang berhubungan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada pedagang makanan kaki lima di Pantai Padang tahun 2013. 28 Oktober 2013 tersedia pada :Http://Scholar.Unand.Ac.Id/15825/

24. Andi Anisha Triastami Fajrin. Tindakan sosial pedagang angkringan dalam penerapan phbs (perilaku hidup bersih dan sehat) di Surabaya. Komunitas, 6 (1). Pp. 23-41.ISSN 2303-1166

Hendra Fure. Lokasi, keberagaman produk, harga, dan kualitas pelayanan pengaruhnya terhadap minat beli pada pasar tradisional bersehati calaca. 2013 Vol 1, No 3 (2013)

Pedagang kuliner masih abai kebersihan | Republika Online [Internet]. [Dikutip 26 Desember 2017].

Agustina F, Pambayun R, Febry F. Higiene dan sanitasi pada pedagang makanan jajanan tradisional di lingkungan sekolah dasar di kelurahan demang lebar daun palembang tahun 2009. 2009




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.16047

Flag Counter