Efek Larvasida Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata) terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti Secara In Vitro

Alia Salma Nour Fathia, Dadi S. Argadireja, Ismawati Ismawati

Abstract


 

 

Abstract. Dengue hemorrhagic fever can be found in tropical and subtropical countries, one of which is Indonesia, and until now it is still the main public health problem. Aedes aegypti is the vector of dengue hemorrhagic fever. One of the ways to prevent it is to control the vector biologically using natural ingredients from plants. Sambiloto leaves are known to have a variety of effects, including anti-oxidants, anti-pyretics, and larvacides. The purpose of this study was to analyze the effect of ethanol extract of sambiloto leaves on the mortality of the larvae of Aedes aegypti mosquito. This study was conducted by experimental method, usedsix concentrationsof ethanol extract of sambiloto leaves that is 4,5 %, 5%, 7,5%,10 %, 12,5% and 15%,  control (-) and (+)and each concentrations are tested 3 times. This research was conducted based on the guidelines of WHOPES 2005. The data analysis used for this study was the Kruskal-Wallis test to determine the effectof the concentrations onlarvalmortalityand probitanalysis to determine the lethal value concentration(LC50).The result showed that there were a significant differences in the effect of the concentration of ethanol extract of sambiloto leaves, and the value of lethal concentration (LC)50of the ethanol extract of sambiloto leaves as larvicide of Aedes aegypti after24 hoursexposureis 10.205%.Conclusion, ethanol extract of sambiloto leaves has a killing power against Aedes aegypti. 

Key Word:Aedes aegypti, extract ethanol, larvacide, sambiloto leaves

Abstrak. Demam Berdarah Dengue(DBD) ditemukan di negara beriklim tropis dan subtropis salah satunya di Indonesia,dan hingga saat ini masih menjadimasalah kesehatanmasyarakat yang utama. Aedes aegypti merupakan vektor penyakit DBD. Salah satu cara untuk mencegah penyakit DBD ialahdengan pengendalian vektor secara hayatimenggunakan bahan alami yang berasal dari tumbuhan. Daun sambilotosenyawa yangterkenal memiliki berbagai efek, antara lain sebagaianti oksidan,anti piretik, dan sebagai larvasida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek larvasida ekstrak etanol daun sambiloto terhadap larva Aedes aegypti.Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental, menggunakan enam konsentrasi ekstrak etanol daun sambiloto, yaitu4,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% dan 15% serta kontrol(-) dan (+)dan masing masing konsentrasi dilakukan 3 kali pengulangan. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan panduanWHOPES tahun 2005. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallisuntuk mengetahui pengaruh konsentrasi 

terhadap kematian larva, dan  analisis probit untuk menentukan nilai Lethal Concentration(LC)50.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang bermakna dari pemberian konsentrasi ekstrak etanol daun sambiloto, dan nilaiLethal Concentration(LC)50ekstrak etanol daun sambiloto sebagai larvasidaAedes aegypti setelah24 jampaparan adalah10,205%. Simpulan, ekstrak etanol daun sambiloto memiliki daya bunuh terhadap larva Aedes aegypti.

Kata kunci : Aedes aegypti,daun sambiloto, ekstrak etanol, larvasida


 




Keywords


Aedes aegypti,daun sambiloto, ekstrak etanol, larvasida

Full Text:

PDF

References


Handoko D. dalam: Burni E, Hartoyo S,editors,2011. Modul pengendalian

demam berdarah dengue. Edisi ke-2.

Info Datin Kementrian Kesehatan. Situasi DBD di Indonesia. Info DATIN.

P. p 12.

World Health Organization. A global brief on vector-borne diseases. World

Heal Organ. 2014;9

Kementerian Kesehatan RI. Demam Berdarah Dengue. Buletin Jendela

Epidemiologi.2010;2:48

Pikiran Rakyat. 2016. Kasus Demam Berdarah Terbanyak Terjadi di Kota

Bandung.Bandung: Pikiran Rakyat.

Cania E, Setyanimrum E. Uji Efektivitas Larvasida Ekstrak Daun Legundi (Vitextrifolia) terhadap Larva Aedes aegypti. Med J Lampung Univ

;52(4):52-60.

Rahmayanti Lisa. 2016. Pengaruh Ekstrak Daun Salmbiloto terhadap Pupa

dan Larva Aedes aegypti.

Wannee. 2015. Larvicidal and Histopathological Effects of Andrographis paniculata Leaf Extract Against Culex quinguefasciatus Larva.

Thailand: Mahidol University.

Tabibul, Megbahul H.M., Shahed C.I., Shakhawat H.M 2012. Effects of Andrographis paniculata Nees on Growth, Development and Reproduction of Malarial Vector Anopheles stephensi Liston (Diptera:Culicidae). India: Bharathiar University.

Govindarajan, M.2011. Evaluation of Andrographis paniculata Burm.f.(Family: Acanthaceae) Extracts Against Culex quinquefasciatus (Say.) and Aedes aegypti (Linn.) (Dipthera: Culicidae). India: Annamalai University.

WHO. Guidelines for laboratory and field testing of mosquito larvicides. World Heal Organ [Internet]. 2005;1-41. Available from:http://whqlibdoc.who.int/hq/2005/WHO_CDS_WHOPES_GCDPP_2005.13.pdf?ua=1

Gomes and Gomes. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. 1995.

Lianawati, H.2012. Uji Efektivitas Daun Pare (Momordica charantia) terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegypti Linnaeus. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Rais, I.R. 2014. Andrographolide Extraction from Andrographis paniculata Nees. Thailand: Pharmaciana, Vol.4, No.1. pp 85-92.

Demam P, Dengue B. Efektifitas pemanfaatan tanaman sebagai insektisida elektrik untuk mengendalikan nyamuk penular penyakit dbd. 2017;3(2):10–9.

Vogal, A.L. 1978. Text Book of Practical Organic Chemistry. London: The English Language Society and Longman. pp 136-137.

Pujdiadi, A. 2007. Dasar-Dasar Bahan Obat. Jakarta: Universitas Indonesia.

Evans, G.C 1972. The Organic Chemistry Analysis of Plant. Oxford: Blackwell Sci. Ed.1. pp 190-197.

Farida, W.R, Pratiwi, Semiadi, G. 2000. Tanin dan pengaruhnya pada Ternak. Jakarta: EGC. Ed.1, No.1. pp 66-70




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.16007

Flag Counter