Tanda dan Gejala pada Pasien Demam Tifoid Anak Di RSUD Al-Ihsan Bandung

Rizky Noer Munggaran, Suganda Tanuwidjaja, Buti Azfiani Azhali

Abstract


Abstract.Typhoid fever in children is an infectious disease caused by Salmonella typhi bacteria. According to WHO it is estimated that there are around 21 million cases and 222,000 deaths related to typhoid fever each year. The purpose of this study is to describe the signs and symptoms of typhoid fever in pediatric patients. This research was carried out by descriptive observational with cross sectional design using medical record data of typhoid fever patients in Al-Ihsan General Hospital in 2017. Data collection and processing were taken by systemic random sampling fulfilling inclusion and exclusion criteria, 79 people were taken from the data. From the results of this study it was found, that the age most affected by typhoid fever is age 5-10 years, symptoms found fever (100.0%), vomiting (50.6%), nausea (49.4%), abdominal pain (31.6%), cough (13.9%), constipation (7.6%), runny nose (7.6%), headache (6.3%), diarrhea (5.1%), pain swallowing (2.5%), joint pain (2.5%), and decreased appetite (1.3%), whereas the signs found were, fever (100.0%), epigastric tenderness (96.2 %), typhoid tongue (7.6%), anemia conjunctiva (2.5%), hepatomegaly (1.3%), lymphadenopathy (1.3%), and no one experiencing rose spot. In pediatric patients diagnosed with typhoid fever <5 years of age, specific symptoms and signs are found, namely diarrhea, while the age of children to adults is found with specific symptoms and signs of constipation. In typhoid fever there are no specific symptoms and signs based on age, but signs and symptoms of typhoid fever are found to be fever. This is due to various signs and symptoms of typhoid fever, making it difficult to determine the diagnosis..

 Keywords: typhoid fever, symptoms, signs

 Abstrak. Demam tifoid pada anak merupakan penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella typhi. Menurut WHO diperkirakan sekitar 21 juta kasus dan 222.000 kematian terkait demam tifoid pada setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tanda dan gejala demam tifoid pada pasien anak. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional menggunakan data rekam medik pasien demam tifoid di RSUD Al-Ihsan tahun 2017. Pengumpulan dan pengolahan data diambil secara sistemic random sampling memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, data diambil sebanyak 79 orang.  Dari hasil penelitian yang dilakukan ini ditemukan, bahwa usia yang paling banyak terkena demam tifoid yaitu usia 5-10 tahun, gejala yang ditemukan demam (100,0%), muntah (50,6%), mual (49,4%), nyeri perut (31,6%), batuk (13,9%), konstipasi (7,6%), pilek (7,6%), sakit kepala (6,3%), mencret (5,1%), nyeri menelan (2,5%), nyeri sendi (2,5%), dan nafsu makan turun (1,3%),  sedangkan tanda yang ditemukan yaitu, demam (100,0%), nyeri tekan epigastrik (96,2%), tifoid tongue (7,6%), konjungtiva anemia (2,5%), hepatomegali (1,3%), limfadenopati (1,3%), dan tidak ada yang mengalami rose spot. Pada pasien anak yang didiagnosis demam tifoid usia <5 tahun ditemukan gejala dan tanda yang khusus yaitu diare, sedangkan usia anak sampai dengan dewasa ditemukan gejala dan tanda yang khusus yaitu konstipasi. Pada demam tifoid tidak ada gejala dan tanda yang spesifik berdasarkan usia, tetapi tanda dan gejala pada demam tifoid ditemukan demam. Hal ini dikarenakan tanda dan gejala demam tifoid  yang bermacam-macam sehingga sulit untuk menentukan diagnosis.    

 Kata kunci : demam tifoid, gejala, tanda                                                                          

 


Keywords


demam tifoid, gejala, tanda

Full Text:

PDF

References


World health organization (WHO). typhoid fever. Januari. 2018. [Diunduh tanggal 2 Februari 2018]. Tersedia dari: www.who-int.pdf

Garna H, Sjahrodji AM, Setiabudi D. Pedoman Diagnosis Dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak. 5th ed. Bandung;2014. hlm. 409

Ashkenazi S, Cleary TG. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. 15th ed. jakarta; 2012. hlm.970

Depkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Jawa Barat. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2012. (Dinas Kesehatan Jabar). hlm.40

Setiana,GP, Kautsar,AP. Perbandingan Metode Diagnosis Demam Tifoid Comparison Of Methods For Diagnosis of Typhoid Fever. Farmaka;14(1): hlm.94

Modi R. Clinical profile and treatment outcome of typhoid fever in children at a teaching hospital, Ahmedabad, Gujarat, India. Int J Med Sci Pub Health 2016;5:212-16.

Nuruzzaman, H dan Syahrul,F. (2016). Analisis Risiko Kejadian Demam Tifoid Berdasarkan Kebersihan Diri dan Kebiasaan Jajan di Rumah. Jurnal Berkala Epidemiologi. Vol 4 No. 1 Januari 2016. Surabaya: FKM UA Unair.

Lestari,P dan Arguni,E. (2017). Profil Klinis Anak dengan Demam Tifoid di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta Profil Klinis Anak dengan Demam Tifoid di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito Yogyakarta. Vol 19 No. 3, Oktober 2017.

Comeau JL, Tran TH, Moore DL, Phi CM, Quach C. Salmonella enterica serotype typhi infections in a Canadian pediatric hospital: a retrospective case series. CMAJ Open 2013;1:E56–61.

Khanam F, Sayeed MA, Choudhury FK, Sheikh A, Ahmed D, Goswami D, Hossain ML, Brooks A, Calderwood SB, Charles RC, Cravioto A. Typhoid fever in young children in Bangladesh: clinical findings, antibiotic susceptibility pattern and immune responses. PLoS neglected tropical diseases. 2015 Apr 7;9(4):e0003619.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.15808

Flag Counter