Hubungan tingkat pengetahuan perawat mengenai phlebitis dengan angka kejadian phlebitis

Galih Nadhova Imana, Siska Nia Irasanti, Susan Fitriyana

Abstract


Phlebitis adalah peradangan pada tunika intima pembuluh darah vena yang merupakan komplikasi utama dari proses pemberian terapi infus. Di Indonesia jumlah kasus phlebitis mencapai 17% dengan angka kejadian di tiga rumah sakit di Jakarta sebesar 33,8%. Angka tersebut sangat jauh dari nilai rujukan yang diberikan Journal of Infusion Nursing yaitu <5%. Phlebitis terjadi akibat kualitas pemberian terapi infus dan pengetahuan mengenai phlebitis yang kurang baik. Pemberian terapi infus di rumah sakit paling sering dilakukan oleh perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan perawat tentang phlebitis dengan angka kejadian phlebitis. Penelitian deskriptif-analitik dilakukan dengan pemberian kuesioner mengenai pengetahuan phlebitis kepada 100 perawat di Rumah Sakit Al-Ihsan selama bulan Oktober 2018. Uji statistik menggunakan Pearson Correlation. Didapatkan nilai rerata pengetahuan perawat terhadap phlebitis adalah 79,58 dan angka kejadian phlebitis berjumlah 173 kasus selama triwulan I-III tahun 2018. Hasil perhitungan statistik pengetahuan perawat mengenai phlebitis dan angka kejadian phlebitis menunjukkan tidak hubungan bermakna secara statistik (p-value: 0,31). Hal ini disebabkan faktor perawat pada penelitian ini hanya berfokus pada aspek kognitif saja tidak tidak meneliti aspek psikomotor dan afektif. Selain itu phlebitis dipengaruhi oleh berbagai faktor selain faktor perawat seperti kondisi pasien, obat, alat dan bahan juga lingkungan.

 

Phlebitis is inflammation of the tunic intima vein which is a major complication of the process of administering infusion therapy. In Indonesia the number of phlebitis cases reaches 17% with the incidence in three hospitals in Jakarta amounting to 33.8%. This number is very far from the reference value given by the Journal of Infusion Nursing which is <5%. Phlebitis occurs due to the quality of infusion therapy and poor knowledge about phlebitis. Giving infusion therapy in hospitals is most often done by nurses. This study aims to analyze the relationship between nurse knowledge about phlebitis and the incidence of phlebitis. Descriptive-analytic research was conducted by giving questionnaires regarding phlebitis knowledge to 100 nurses at Al-Ihsan Hospital during October 2018. Statistical tests using Pearson Correlation. The mean value of nurses' knowledge of phlebitis was 79.58 and the incidence of phlebitis amounted to 173 cases during quarter I-III in 2018. The results of statistical calculations of nurse knowledge about phlebitis and phlebitis rates showed no statistically significant relationship (p-value: 0, 31). This is due to the fact that nurses in this study only focus on cognitive aspects, not not examining psychomotor and affective aspects. In addition, phlebitis is influenced by various factors other than nurse factors such as the patient's condition, drugs, tools and materials as well as the environment.


Keywords


Pengetahuan, Perawat, Phlebitis.

Full Text:

PDF

References


Baroka S, Pondaag L, Hamel R. Hubungan kelelahan kerja perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruangan irina C RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado. EKP. 2017;5(1):1–2.

Wayunah, Nurachmah E, Mulyono S. Pengetahuan perawat tentang terapi infus memengaruhi kejadian phlebitis dan kenyamanan pasien.EKP. 2013;16(2):37-128.

Layuk E, Tamsah H, Kadir I. Pengaruh pengetahuan, sikap dan keterampilan perawat terhadap kepuasan pasien rawat inap di rs labuang baji makassar. Mirai Manag. 2017;2(2):37-319.

Infusion Nurses Society. Infusion nursing standards. J Infus Nurs. 2011;34.

Milutinović D, Simin D, Zec D. Risk factor for phlebitis: a questionnaire study of nurses’ perception. rev lat am enfermagem. 2015;23(4):84-677.

Gayatri D, Handiyani H. Hubungan jarak pemasanagan terapi intravena dari persendian terhadap waktu terjadinya flebitis. EKP. 2007;11(1):1–5.

Riris E, Kuntarti. Pengetahuan tentang terapi intravena berhubungan dengan perilaku perawat dalam pencegahan Plebitis. EKP. 2014;17(3):18-108.

Agustini C, Utomo W, Agrina. Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian phlebitis pada pasien yang terpasang infus di ruang medikal chrysant rumah sakit awal bros pekanbaru. Jurnal online Mhs Prodi Ilmu Keperawatan Univ Riau.2013;4(1):8-102.

Bagian Pusat Penanggulangan infeksi RSUD Al-Ihsan. Laporan HAIs (Healthcare Associated Infections) Triwulan I-III. In 2018.

Arikunto S. Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktek. VI, editor. Jakarta: Rhineka Cipta; 2006.

Nursalam. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. edisi ke-2. Jakarta: Salemba Medika; 2008.hlm.121.

Li Xf, Liu W, Qin Y. Nurses’ perception of risk factors for infusion phlebitis: a cross-sectional survey. Chinese Nurs Res. 2016;3(1):37–40.

Karadeniz G, Kutlu N, Tatlisumak E, Özbakkaloǧlu B. Nurses’ knowledge regarding patients with intravenous catheters and phlebitis interventions. J Vasc Nurs. 2003;21(2):44–7.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.15564

Flag Counter