Angka Kejadian, Karakteristik dan Pengobatan Impetigo di RS Al-Islam Bandung

Fadhilah Ayu Rizani, Tony S Djajakusumah, R. Kince Sakinah

Abstract


Impetigo adalah suatu pioderma yang menyerang lapisan superfisialis epidermis yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, atau keduanya. Penyakit ini sangat menular dan sering dijumpai pada anak-anak pra-sekolah. Impetigo sering terjadi pada daerah iklim tropis dan di dataran rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian dan karakteristik usia, jenis kelamin, jenis impetigo, predileksi lesi dan pengobatan pasien impetigo di Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional. Subjek penelitian ini adalah data rekam medis pasien impetigo di Poliklinik Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RS Al-Islam Bandung periode 1 Januari – 31 Desember 2013 sebanyak 43 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian impetigo sebesar 1,72%. Usia terbanyak mengenai kelompok usia early childhood period (48,8%), diikuti middle childhood period (46,5%). Jenis kelamin tidak ada perbedaan yang signifikan antara laki-laki (53,5%) dan perempuan (46,5%). Jenis impetigo tersering adalah impetigo kontagiosa (53,5%). Lokasi lesi tersering pada wajah (20,9%). Pengobatan yang sering diberikan yaitu mupirosin dan amoksisilin + asam klavulanat (18,6%). Simpulan penelitian, angka kejadian impetigo pada anak-anak di Poliklinik Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Al-Islam Bandung yaitu sebesar 1,72% dengan karakteristik jenis impetigo tersering yaitu impetigo kontagiosa, usia tersering adalah early childhood period, jenis kelamin tidak ada perbedaan yang signifikan, lokasi tersering pada wajah dan pengobatan tersering yaitu diberikan mupirosin dan amoksisillin + asam klavulanat

Keywords


Angka kejadian, impetigo, karakteristik, terapi

References


Freedberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz SI. Impetigo. Fitzpatrick’s. Dalam: Fitzpatrick’s, penyunting. Dermatology in general medicine. Edisi ke-6.

Empinotti JC, Uyeda H, Ruaro RT, Galhardo Ap, Bonatto DC. Pyodermitis. ABD, 2012. mar – apr; 87(2). hlm.4-5.

Pereira LB. Impetigo. An Bras Dermatol. mar – apr 2014 ; 89(2) : 293-9.

Berman B, Eckel CM, Lewis R, Mc Kinley M, Widmaier E. Skin. Dalam: Mescher AL, penyunting. Junqueira’s Basic Histology Text & Atlas. Edisi ke-12 Asia: The McGraw-Hill Companies; 2010. hlm.316-19.

Keith L. Moore, Anne M.R. Agur B.Sc. Introduction to clinically oriented anatomy. Dalam: Lippincot Williams & Wilkins, penyunting. Clinically Oriented Anatomy. Edisi ke-6 America; 2005. hlm.13.

Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Pioderma. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-6. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universtias Indonesia; 2010. hlm.57-59

Goodheart HP. Infeksi Bateri Superfisial, Folikulitis, dan Hidradenitis Supurativa. Diagnostik Penyakit Kulit. Lippincot Williams & Wilkins. Edisi ke-3. hlm.126-9.

Impetigo. Medscape Reference [serial on the internet]. [diunduh Januari 2015] Tersedia dari: www.medscape.org.

Arenas R, Estrada R. Impetigo. J Trop Dermatol. 2007. 137-40.

Burns T, Breathnatch S, Cox N, Griffiths C. Bacterial infection. Rook’s. Dalam: Rook’s, penyunting. Textbook of dermatology. Edisi ke-8. hlm.1358-60.

Wolff K, Johnson RA, Suurmond D. Superficial Cutaneous Infections. Fitzpatrick’s. Dalam: Fitzpatrick’s, penyunting. Fitzpatrick’s Color Atlas & Synopsis Of Clinical Dermatology. Edisi ke-5. The McGraw-Hill Companies; 2007.

Behesti M, Ghotbi S. Impetigo. Shiraz E-Med J. July 2007; 8(3): hlm. 138-41.

Hartman-Adams H, Banvard C, Juckett G. Impetigo: Diagnosis and Treatment. A AmFP, 2014; 90(4): 229-35.

Sahroui S, Akiyode O. Impetigo in Children and Adolescents. US Pharmacist, 2013; 38(6): 68-71. Tersedia dari: www.medscape.org.

Harahap M. Infeksi Bakteri Stafilokokok dan Streptokokok. Ilmu Penyakit Kulit. 2000. hlm.46-9.

Morelli J.G, Cutaneus Bacterial Infection. Dalam: Nelson, penyunting. Textbook of pediatrics. Edisi-18. California: Kliegman; 2007




Flag Counter