Keberhasilan Puskesmas Tamansari Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Dalam Penanganan Awal Balita Diare

Faisal Panji Pratama, Sadiah Achmad, Siti Annisa Devi Trusda

Abstract


Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Angka kejadian diare di wilayah Tamansari kota Bandung tergolong sangat tinggi sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pengetahuan ibu sebagai dasar pertimbangan untuk evaluasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer yang didapatkan dengan menggunakan kuesoner. Teknik pengambilan data menggunakan sampel total dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Dari hasil penelitian ini dapatkan 90 data responden yang termasuk dalam kriteria inklusi dan 20 responden termasuk kriteria eksklusi. Dimana 45 responden (50%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 21 responden (23,3%) baik. Hasil pengetahuan yang cukup tersebut tidak lepas dari peran promosi kesehatan Puskesmas setempat yang di lakukan dengan sangat baik dan dilaksanakan secara berkala.  Kesimpulan pada penelitian ini di temukan 50% (45 orang) ibu memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, 23,3 % (21 orang) ibu memiliki tingkat pengetahuan baik, dan 26,7% (24 orang) ibu memiliki tingkat pengetahuan kurang.

 

Diarrhea is still a public health problem in developing countries such as Indonesia, because of the high morbidity and mortality. The incidence of diarrhea in the Tamansari area of Bandung city is classified as very high. It is necessary to conduct research on maternal knowledge as a basis for consideration for evaluation. The method used in this study is descriptive by using primary data obtained by using questionnaires. The data collection technique uses a total sample and the results are presented in the form of tables and images. From the results of this study 90 respondents were included in the inclusion criteria and 20 respondents included the exclusion criteria. Where 45 respondents (50%) had sufficient level of knowledge, and 21 respondents (23.3%) were good. The results of this sufficient knowledge cannot be separated from the promotion role of the local Puskesmas which is done very well and is carried out regularly. The conclusion in this study found that 50% (45 people) of mothers had sufficient level of knowledge, 23.3% (21 people) of mothers had a good level of knowledge, and 26.7% (24 people) of mothers had a lack of knowledge.


Keywords


diare, Tata laksana diare akut di rumah, tingkat pengetahuan

Full Text:

PDF

References


Trihono, Badan Penelitian Dan Penembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI (2013), Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, Jakarta 1 Desember 2013

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Situasi Diare di Indonesia.Jakarta: KemenKes RI diakses pada tanggal 12 Desember 2016 http.//www.depkes.go.id/download.php?file=downliad/pusdati n/buletin/buletin-diare.pdf.

Raksanagara, (2013), Profil Kesehatan Kota Bandung, 2012, Dinas Kesehatan Kota Bandung juli 2013

Ishibrata (2014), Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam UI, Jakarta 2014

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2015.Jakarta: KemenKes RI.

Badan Pusat Statistik. (2016). Provinsi Jawa Barat dalam Angka Jawa Barat in Figures 2016.: BPS

Dinkes Kota Bandung. (2013). Profil Dinas Kesehatan Kota Bandung 2012. Bandung

Kementerian Kesehatan RI. (2012). Profil Kesehatan Indonesia 2011.Jakarta: KemenKes RI




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.15260

Flag Counter