Perbandingan Volume Ekspirasi Paksa (FEV1) serta Nilai Hemoglobin antara Karyawan Rumah Sakit di Dataran Tinggi dan Karyawan Rumah Sakit di Dataran Rendah

Muhamad Angga Wiguna, Ieva B Akbar, Sadiah Achmad

Abstract


Lingkungan tempat tinggal seperti temperatur, iklim, dan ketinggian tempat tinggal akan berdampak pada perubahan fisiologis seseorang. Tekanan oksigen pada dataran tinggi dan dataran rendah sangatlah berbeda, seseorang yang tinggal di dataran tinggi akan teraklimatisasi sehingga terjadi peningkatan fungsi paru dan nilai hemoglobin. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan  fungsi paru dan nilai hemoglobin antara karyawan rumah sakit di dataran tinggi dan karyawan rumah sakit di dataran rendah. Desain penelitian bersifat analitik dengan rancang potong lintang terhadap 31 orang subjek pada masing-masing kelompok yang berprofesi sebagai karyawan rumah sakit di dataran tinggi dan karyawan rumah sakit di dataran rendah. Terlebih dahulu dilakukan pengukuran data statistik fisik berupa usia (tahun), selanjutnya dilakukan pengukuran fungsi paru menggunakan parameter FEV1 dan pengukuran nilai hemoglobin metode Sahli, kemudian dibandingkan antara kedua kelompok karyawan rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai FEV1 rata-rata karyawan rumah sakit di dataran tinggi (2,98 L, range 1,66–3,5 L) dan karyawan rumah sakit di dataran rendah (2,61 L, range 2,13–3,36 L) dengan nilai p=0,000. Nilai hemoglobin rata-rata karyawan rumah sakit di dataran tinggi (15,91,range 14,8–17) dan karyawan rumah sakit di dataran rendah (14,72, range 13,6–16,2) dengan nilai p=0,000. Simpulan hasil penelitian menunjukkan fungsi paru yang digambarkan dengan FEV1 dan nilai hemoglobin karyawan rumah sakit di dataran tinggi lebih baik daripada karyawan rumah sakit di dataran rendah

Keywords


Dataran rendah, dataran tinggi, FEV1, nilai hemoglobin

References


Tortora GJ. Principles of anatomy and physiology. Edisi ke-12. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons; 2010.

State of Lung Disease in Diverse Communities. Pennsylvania: American Lung Association; 2010.

Martin B. Spirometry: a handbook for health professional. Bangor: Rosie Spencer; 2008.

Adaptasi Manusia Terhadap Ketinggian (diunduh 14 Desember 2014). Tersedia dari: http://blogspot.com/2011/06/adaptasi-manusia-terhadapketinggian.html.2013.

Hastuti Janatin, Ukuran dan bentuk dada penduduk dataran tinggi Samigaluh dan dataran rendah Galur Kulon Progo Yogyakarta. J Anatomi Indonesia. 2007;2:47–56.

Guyton AC, Hall JE. Textbook of medical physiology. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2006.

Arofah NI. Prinsip dasar program olahraga kesehatan. 2013 (diunduh 17 Desember 2014). Tersedia dari: http://staff.uny.ac.id/-sites/default/files/132300162/13.%20Prinsip%20Dasar%20Program%-20Olahraga%20Kesehatan.pdf.

Pottgiesser T, Ahlgrim C, Ruthardt S, Hans-Hermann D, Olaf SY. Hemoglobin mass after 21 days of conventional altitude training at 1816 m. N Engl J Sci Med Sport. 2009;12(6):673.

Harper’s Illustrated biochemistry. Edisi ke-28. China: The McGraw-Hill; 2009.

Profil Perkebunan Malabar Pangalengan (diunduh 14 Desember 2014). Tersedia dari: https://ririnkyurin.wordpress.com/-2014/09-/18/-pangalengan-1-perkebunan-malabar. 2014.




Flag Counter