Hubungan Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Kejadian Dengue Syok Sindrom pada Anak (Studi Observasi di Bagian Anak Rumah Sakit Al-Islam Periode 1 Januari sampai 31 Desember 2014

Rabbani Ryanka, Trusda S A D, Yuniarti L

Abstract


Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh vektor yaitu nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat internasional. Menurut catatan WHO, Indonesia merupakan negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara dengan angka kejadian syok yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian syok pada penderita DBD. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong silang pada studi populasi selama periode satu tahun di RS Al-Islam Bandung periode 2014. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis univariat yang selanjutnya dilakukan analisis bivariat dengan menggunakan Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan kadar trombosit dengan angka kejadian Dengue Syok Sindrom (DSS) dengan nilai p masing-masing adalah p<0.001 dan p<0,001. Dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, riwayat komplikasi, dan kadar hematokrit dengan angka kejadian DSS dengan nilai p masing-masing adalah p=0,619, p=0,884, dan p=0,165. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adalah terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan kadar trombosit dengan angka kejadian DSS di RS Al-Islam Bandung.


Keywords


demam berdarah dengue, dengue syok sindrom, karakteristik pasien DBD

References


Sinha IP. Nelson textbook of pediatrics. Seminars in Fetal and Neonatal Medicine. 2012. p. 380.

Redaksi A. Buletin Jendela Epidemiologi , Volume 2 , Agustus 2010. Bul Jendela Epidemiol. 2010;2:48.

Sudjana P. Beberapa ketidak sepahaman dalam pengelolaan. Bagian Penyakit Dalam FK UNPAD [Internet]. 2008; Tersedia dari: http://internershs.com/home3/index.php?option=com_content&task=view&id=110&Itemid=124. Diunduh pada tanggal 22 Januari 2015.

Hadinegoro SRS, Tumbelaka AR. Faktor Prognosis Terjadinya Syok pada Demam Berdarah Dengue. 2010;12(1):47–52.

Susatyo P. Demam Berdarah Dengue - Google Buku.2011

World Health Organization. Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention, and control. Spec Program Res Train Trop Dis [Internet]. 2009;x, 147. Tersedia dari: http://whqlibdoc.who.int/publications/2009/9789241547871_eng.pdf. Diunduh pada tanggal 22 Januari 2015.

Setiawati S. Hubungan Gambaran Klinis dan Laboratorium Sebagai Faktor Resiko Syok Pada Demam Berdarah Dengue. Jakarta. 2011.

Asli A. Hubungan Gambaran Klinis dan Laboratorium sebagai Faktor Resiko Syok pada Demam Berdarah Dengue. 2010;11(5):367–73.

Purniti PS. Paediatrica Indonesiana. 2011;51(1):207–12.

Gupta V, Yadav TP, Pandey RM, Singh A, Gupta M, Kanaujiya P, et al. Risk factors of dengue shock syndrome in children. J Trop Pediatr. 2011;57(2):451–6.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.1469

Flag Counter    Â