Uji Efektifitas Antibakteri Ekstrak Air Teh Hitam (Camellia Sinensis) Terhadap Bakteri Salmonella Typhi

muhamad indra alexsandra koswara, Usep Abdullah Husin, Arief Budi Yulianti

Abstract


Demam tifoid merupakan foodborne disease yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Obat herbal merupakan salah satu pengobatan alternatif yang sering dipergunakan dikalangan masyarakat, salah satunya adalah teh hitam (Camellia sinensis). Teh memiliki kandungan polifenol yang dikenal sebagai katekin salah satunya epigallokatekin gallat (EGCG). dan Kandungan EGCG telah terbukti memiliki daya antibakteri terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Pada bakteri gram negatif EGCG mampu menghambat sintesis dari dinding bakteri sehingga dinding bakteri yang terdiri dari lipoprotein mengalami lisis.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan metode rancangan acak lengkap menggunakan metode difusi Kirby bauer untuk melihat konsentrasi hambat minimal (KHM) dan dilanjutkan dilusi Broth untuk melihat konsentrasi bunuh minimal (KBM) dengan perlakuan menggunakan ekstrak air teh hitam dengan konsentrasi 80%; 40%; 20%; 10%; 5% dan 2,5%.

Hasil konsenstrasi hambat minimal (KHM) menunjukkan bahwa konsentrasi 80% sensitif dengan mean 2,6 cm, 40% sensitif dengan mean 2,53 cm dan 20% sensitif dengan mean 2,3 cm, 10% intermediet dengan mean 1,8 cm, 5% intermediet dengan mean 1,6 cm dan 2,5% intermediet dengan mean 1,43 cm dengan konsentrasi 80% yang paling signifikan untuk KHM dengan nilai P=0,025 dan konsentrasi 40% merupakan konsentrasi bunuh minimal (KBM)

Kesimpulkan dari penelitian ini bahwa konsentrasi 80%; 40%; 20%; 10%; mampu menghambat pertumbuhan Salmonella typhi dan pada konsentrasi 40% memiliki kemampuan antibakteri terhadap Salmonella typhi.


Keywords


epigalokatekin gallat, salmonella typhi, teh hitam

References


Geo B. Medical Microbiology. 24th ed. chapter 16 Gram negative rods McGraw-Hill Medical, 2007.hlm 300-327

Hogg S. Essential Microbiology, 14th ed. chapter 16 Enterobacteriae. Jhon Wiley & Sons, 2005.hlm 479-483

A study of typhoid fever in five Asian countries: disease burden and implications for controls: world health organization (WHO)

tersedia dari: http://www.who.int/bulletin/volumes/86/4/06-039818/en/

Foodborne disease active surveillance network: centers for disease for control and prevention (CDC) [diuduh 15 desember 2014). tersedia di: http://www.cdc.gov/ncezid/dfwed/edeb/reports.html#labbased

Angka kejadian demam tifoid: Departemen Kesehatan Republik Indonesia (DEPKES) [diuduh 15 desember 2014]. tersedia dari: www.hukor.depkes.go.id

National antimicrobial resistance monitoring system. Enteric Bacteria (NARMS) 2011 [diuduh 15 desember 2014]. tersedia dari: http://www.cdc.gov/narms/reports/index.html

Haryanto, A. Teh dan Khasiatnya Bagi Kesehatan. PTPN. 2003.

Andi Nur AS. Taklukan Penyakit Dengan Teh. Jakarta: PT Agro Media Pustaka, 2006.

Steinmann J, Buer J, Pietschmann T, Steinmann E. Anti-infective properties of epigallocatechin-3-gallate (EGCG), a component of green tea. Br J Pharmacol [Internet]. 2013 Mar [diuduh 28 januari 2015];168(5):1059–73. tersedia dari: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3594666&tool=pmcentrez&rendertype=abstract

Olosunde OF, Abu-Saeed K, Abu-Saeed MB. Phytochemical Screening and Antimicrobial Properties of a Common Brand of Black Tea (Camellia sinensis) Marketed in Nigerian Environment. Adv Pharm Bull [Internet]. 2012 Jan [diuduh 15 desember 2014;2(2):259–63. tersedia dari: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3845987&tool=pmcentrez&rendertype=abstract

Reygaert WC. The antimicrobial possibilities of green tea. Front Microbiol [Internet]. 2014 Jan [diuduh 28 januari 2015];5(August):434. tersedia dari: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=4138486&tool=pmcentrez&rendertype=abstract

Graham, Chemical Composition Of Tea. vol. 51, 1987.

Pasteur L. Laboratory Exercise in MICROBIOLOGY, 15th ed. 2002.

Prescott H. Laboratoy exercises in microbiology. Communications. 2002;




Flag Counter