Perbedaan Saturasi Oksigen antara Polisi Lalu Lintas dengan Polisi Staf (Penelitian Lapangan di Wilayah Hukum Polres Kota Sukabumi)

Silvya Latifah, Adjat Sedjati, Caecielia Wagiono

Abstract


Abstract. The increasing number of transportation causes problems to air pollution. The most dominant component of air pollutants is carbon monoxide (CO). Exposure to CO gas in the blood can form carboxyhemoglobin (COHb) bonds which results in a decrease the capacity of the blood to bind oxygen and cause decreased oxygen saturation. This study aims to analyze differences of oxygen saturation between traffic police and police in the District Police Law Area of Sukabumi City. This study uses an observational analytic method, with a cross-sectional approach. The sampling technique was consecutive sampling. The total sample size is 24 people, consisting of 12 traffic police and 12 staff police in 2018. The instrument used to measure the oxygen saturation uses pulse oximetry. The results of this study showed that the average oxygen saturation in police staff was 98% and the average oxygen saturation in the traffic police was 95.83%. The results of the statistical test of independent t test obtained p = 0.044 (p <0.05) which means there is a significant percentage difference between the two groups. Exposure to CO gas air pollution in the traffic police can reduce oxygen saturation. The conclusion of this study is that there is a difference in oxygen saturation between traffic police and staff police.

Keywords: Carbon Monoxide, Carboxyhemoglobin, Traffic Police, Police Staff, Oxygen Saturation.

Abstrak. Jumlah transportasi yang terus meningkat menimbulkan masalah terhadap pencemaran udara. Komponen pencemar udara yang sangat dominan jumlahnya adalah karbon monoksida (CO). Terpaparnya gas CO dalam darah dapat membentuk ikatan karboksihemoglobin (COHb) yang mengakibatkan penurunan kapasitas darah untuk mengikat oksigen dan mengakibatkan saturasi oksigen menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan saturasi oksigen antara polisi lalu lintas dengan polisi staf di Wilayah Hukum Polres Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional, dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Besar sampel secara keseluruhan 24 orang, yang terdiri dari 12 orang polisi lalu lintas dan 12 orang polisi staf pada tahun 2018. Instrumen  yang digunakan untuk mengukur saturasi oksigen menggunakan pulse oximetry. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata saturasi oksigen pada polisi staf sebesar 98% dan rata-rata saturasi oksigen pada polisi lalu lintas sebesar 95,83%. Hasil uji statistik t test independen didapatkan p=0,044 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan persentase antara kedua kelompok tersebut. Paparan polusi udara gas CO pada polisi lalu lintas dapat menurunkan saturasi oksigen. Simpulan penelitian ini terdapat perbedaan saturasi oksigen antara polisi lalu lintas dengan polisi staf.

Kata Kunci: Karbon monoksidea, Karboksihemoglobin, Polisi Lalu lintas, Polisi Staf, Saturasi Oksigen.


Keywords


Karbon monoksidea, Karboksihemoglobin, Polisi Lalu lintas, Polisi Staf, Saturasi Oksigen

Full Text:

PDF

References


Dahlan EN. Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan beberapa komponen sumberdaya alam (The Impact of Air Pollution on Human Health and Some Components of the Natural Resources). 2017 Dec 24;1(2):39–44.

Blumenthal I. Carbon monoxide poisoning. J R Soc Med Updated. 2001 Juni diunduh: 2018 Januari 29;94(6):270–2. Tersedia dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11387414

Sugiarti. Gas pencemar udara dan pengaruhnya bagi kesehatan manusia. Chemica. 2012 Mar 15;10(1):50–8.

Sherwood Lauralee. Sistem Pernapasan. Fisiologi Manusia Edisi 8. 2014; Bab 13:497-552

Wahyu Tri. Hubungan antara derajat merokok aktif, ringan, sedang, dan berat dengan kadar saturasi oksigen dalam darah. Tersedia dari: jurnal terpadu ilmu kesehatan. Mei 2016 6:1




Flag Counter