Aktivitas Dakwah Sinergi Foundation Melalui Program Lumbung Desa di Cigalontang Tasikmalaya

Imas Masitoh, Mahmud Thohier, Komarudin Shaleh

Abstract


Many people are weak in faith to fall into the valley of harsh economic factors, even poverty could drag some of them to the kuffar. Weak social economy generally encountered in many rural areas. The Lumbung Desa Program of  Synergy Foundation, captures this reality and try to cope with community empowerment. however, activities undertaken for the Village program will not necessarily be regarded as dakwah activity. Based on this phenomenon, the problems in this study are as follows: (1) any form of Lumbung Desa program in empowering communities, (2) how the dakwah activity Lumbung Desa program in community empowerment (3) how the results of dakwah activity Lumbung Desa program in empowerment community. The method used in this research is descriptive qualitative primary data and secondary data collected by observation, interview and documentation. Data processing, is done through several techniques include the participation of researchers in the field, then the data were analized with descriptive interpretive way. From the research, it is know that the form of the program for the Village Cigalontang divide into two categories, (1) the main program for the management itself, among others the empowerment of farmers and ranchers, development barns seeds, strengthening community effort for handling the crop, stocking 100 thousand productive trees, movement save productive rice. (2) Development by the manager for the Lumbung Desa Village Cigalontang is, namely Syirkah and savings and loan bussines result. Dakwah activity program for the village made up of two forms, (1) Dakwah bil lisan: outreach programs, group coaching, seminars and Islamic studies. (2) Dakwah bil hal: empowerment of farmers and ranchers, development barns seeds, strengthening community effort in handling the crop, stocking 100 thousand productive trees, the movement to save the fields training, monitoring, syirkah, saving and loan fund operating result, pick alms Rp. 100,-/ day, and alms. The result of dakwah activity program for Sinergi Foundation in empowering communities are more independent, farmers have place to their aspiration, farmers have the medias to savings and loan yield, farmers become aware of the management of the program was good, people feel helped and farmers can enjoy their rights as the termination of the link between farmers and middleman.    

 

Banyak orang lemah iman terjerumus ke lembah nista karena faktor ekonomi, bahkan kemiskinan bisa menyeret sebagian dari mereka pada kekufuran. Masyarakat yang lemah ekonomi umumnya banyak di jumpai di wilayah pedesaan. Program Lumbung Desa Sinergi Foundation, menangkap realitas tersebut dan berupaya untuk mengatasinya dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. namun, aktivitas yang dilakukan program Lumbung Desa ini belum tentu dikatakan sebagai aktivitas dakwah. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) apa saja bentuk program Lumbung Desa dalam pemberdayaan masyarakat, (2) bagaimana aktivitas dakwah program Lumbung Desa dalam pemberdayaan masyarakat (3) bagaimana hasil aktivitas dakwah program Lumbung Desa dalam pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif terhadap data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data, dilakukan melalui beberapa tekhnik meliputi keikutsertaan peneliti di lapangan, kemudian data di analisis dengan cara diskriptif interpretatif.  Dari hasil penelitian, diketahui bahwa bentuk program Lumbung Desa Cigalontang dibagi menjadi dua, (1) program pokok Lumbung Desa itu sendiri, yaitu: pemberdayaan petani dan peternak, pengembangan lumbung  bibit, penguatan usaha komunitas untuk penanganan hasil panen, tebar 100 ribu pohon produktif, gerakan selamatkan sawah produktif. (2) program pengembangan oleh pengelola Lumbung Desa Cigalontang yaitu: Syirkah dan simpan pinjam hasil usaha. Aktivitas dakwah program Lumbung Desa dilakukan atas dua bentuk, (1) Dakwah bil lisan: penyuluhan program, pembinaan kelompok, seminar serta kajian-kajian keislaman. (2) Dakwah bil hal seperti: pemberdayaan petani dan peternak, pengembangan lumbung bibit, penguatan usaha komunitas dalam penanganan hasil panen, tebar 100 ribu pohon produktif, gerakan selamatkan sawah produktif, pelatihan, monitoring, syirkah, simpan pinjam dana hasil usaha, jemput sedekah Rp.100,- per hari, dan sedekah. Hasil aktivitas dakwah program Lumbung Desa Sinergi Foundation dalam pemberdayaan masyarakat diantaranya masyarakat menjadi lebih mandiri dalam hal material dan spiritual, petani memiliki wadah untuk menampung aspirasi, petani memiliki media untuk simpan pinjam hasil panen, petani menjadi tahu pengelolaan program yang baik, masyarakat merasa terbantu serta petani dapat menikmati hak-haknya karena adanya pemutusan mata rantai antara petani dan tengkulak.

 


Keywords


Dakwah Activity, Lumbung Desa Programme, Community Empowerment.

References


Acep Aripudin. 2014, Perbandingan Dakwah, Bandung: Remaja Rosdakarya

Andi Darmawan et. al. 2002, Metodologi Dakwah, Yogyakarta: LESFI

An-Nabiry, Fathul Bahri. 2008, Meniti Jalan Dakwah, Jakarta: Amzah

M Ali Aziz. 2004, Ilmu Dakwah, Jakarta:Kencana.

Oos. M Anwas. 2013, Pemberdayaan Masyarakat di Era Global, Cet ke-1, Bandung: Alfabeta

Suhendra. 2006, Peranan Birokrasi Dalam Pemberdayaan Masyarakat, Bandung: Alfabeta

Sulthon Muhammad. 2013, Menjawab Tantangan Zaman Desain Ilmu Dakwah: Kajian Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis,Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Totok Mardikanto. 2013, Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik, Bandung: Alfabeta

Wijay, HAW. 2003, Otonomi Desa Merupakan Otonomi Asli Bulat dan Utuh, Jakarta: Raja Grafindo Persada

Wawancara dengan Ust. Gugun, Ketua Lumbung Desa Cigalontang

www.sinergifoundation.org




Flag Counter