Identifikasi Pengaruh Perubahan Pemanfaatan Lahan terhadap Tingkat Erosi di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya

Muhammad Bimo Radityo W, Yulia Asyiawati

Abstract


Abstract. The growing development led to increased land needs and effect on the rise of land use changes. This has led to environmental degradation such as erosion as happened in Cikalong District. This condition is caused due to conversion of land use mixture plantation became dry land agricultural land utilisation and settlement. And then based on these conditions, this study was conducted with the aim to identify the linkages between land use changes with the level of erosion in Cikalong District. This research uses the overlay analysis of the changes of land use, erosion and analysis with the method of USLE. From studies conducted retrieved results that the level of erosion that occurred in the Cikalong District increased 4.64% or of 25.63 tons/hectare/year in the period of 2011 to 2015. Based on land use condition is very influential on the level of erosion, so that needs to be done managing the conversion of land use in order not to lose the quality of the land and be better in the future. To improve the condition of the land affected by erosion in Cikalong District can be done by planting annual crops in dry farmland or deforested land.Keywords: Advertising, Brand Awareness, Le Minerale.

Keywords: Land Conversion, Erosion Level, Land Degradation.

Abstrak. Pembangunan yang semakin berkembang menyebabkan kebutuhan lahan yang terus meningkat dan berpengaruh pada maraknya perubahan pemanfaatan lahan. Hal ini mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan di antaranya adalah erosi seperti yang terjadi di Kecamatan Cikalong. Kondisi ini disebabkan karena terjadinya konversi pemanfaatan lahan perkebunan campuran menjadi pemanfaatan lahan pertanian lahan kering dan permukiman. Lalu berdasarkan kondisi ini, maka kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara perubahan pemanfaatan lahan dengan tingkat erosi di Kecamatan Cikalong. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis overlay perubahan pemanfaatan lahan, dan analisis erosi dengan metode USLE. Dari kajian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa tingkat erosi yang terjadi di Kecamatan Cikalong meningkat 4,64% atau sebesar 25,63 ton/ha/ tahun pada periode 2011 ke 2015. Berdasar pada kondisi ini pemanfaatan lahan sangat memberi pengaruh pada tingkat erosi sehingga perlu dilakukan pengelolaan konversi pemanfaatan lahan agar tidak menurunkan kualitas lahan dan menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Untuk memperbaiki kondisi lahan yang terkena erosi di Kecamatan Cikalong dapat dilakukan dengan menanam tanaman tahunan pada lokasi lahan pertanian kering atau lahan-lahan yang kurang tutupan lahannya.

Kata Kunci: Perubahan Pemanfaatan Lahan, Tingkat Erosi, Degradasi Lahan.


Keywords


Perubahan Pemanfaatan Lahan, Tingkat Erosi, Degradasi Lahan.

Full Text:

PDF

References


Admin. 2016. “Cara membaca output regresi linier berganda pada SPSS mengguakan tingkat signifikansi dan tabel statistik” dalam http://blog-olah-data.blogspot.co.id/2016/07/cara-membaca-output-regresi-linier.html. Diunduh pada tanggal 23 November 2017 pukul 10.25.

Arsyad, Sintala. 2000. Konservasi Tanah dan Air. UPT Produksi Media Informasi. Lembaga Sumberdaya Informasi. Institut Pertanian Bogor, IPB Press, Bogor.

__________. 2006. Konservasi Tanah dan Air. Bandung: Penerbit IPB (IPB Press)

A’yunin, Qurratul. 2008. Prediksi Tingkat Bahaya Erosi dengan Metode USLE di Lereng Timur Gunung Sindoro. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Bappeda Kabupaten Tasikmalaya. 2011. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2011-2031. Tasikmalaya: Bappeda Kabupaten Tasikmalaya.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2010. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Gospet. 2015. “Pengertian Erosi” dalam http://generalgeomorphology.blogspot.co.id/ 2015/06/pengertian-erosi.html. Diunduh pada tanggal 14 November 2017 pukul 21.18.

Haryoko, Sapto. 1999. Efektivitas Pemanfaatan Media Teknologi Informasi sebagai Optimalisasi Model Pembelajaran.

Republik Indonesia. 1960. Undang-undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria.

__________. 2004. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah.

__________. 2009. Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Siregar. 2014. “Konservasi Tanah dan Air Serta Metodenya” dalam http://viapurwawisesasiregar.blogspot.co.id/2014/02/konservasi-tanah-dan-air-serta-metodenya.html. Diunduh pada tanggal 23 November 2017 pukul 08.35.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta.




Flag Counter