Penerapan Sistem Lahan Basah Buatan sebagai Upaya Menekan Dampak Limbah Domestik Kawasan Perumahan Permata Cimahi terhadap Sungai di Desa Gadobangkong

Aditya Faturrachman, Hani Burhanuddin

Abstract


Abstract, The amount of domestic waste water produced by residential areas is currently a serious problem in the Permata Cimahi residential area. Every year, the amount of waste water produced is increasing due to various factors such as the increase in population and the increasing number of land clearing for residential areas. The presence of residential areas is a threat to river water, especially a decrease in water quality and an increase in the level of river water pollution that does not pay attention to environmental sustainability. In order for the Permata Cimahi residential area to be preserved in the surrounding area, it is necessary to have an alternative Constructed Wetlands system to collect and treat domestic wastewater before it flows into the river. The formulation of the problem in this study is how to take steps so that domestic wastewater generated by residential areas does not have a negative impact on the river with the application of Communal Constructed Wetlands system using water hyacinth plants in RW 13, Tanimulya Village, Ngamprah District, West Bandung Regency. Therefore, the purpose of this study is to identify the quality of domestic waste water produced by the Permata Cimahi residential area and to determine locations that meet the criteria in implementing the Artificial Wetland system. The analytical methods used in this study include calculating the discharge of wastewater, calculating the pollution index by laboratory tests of the domestic wastewater samples produced, and analyzing the location using the Fuzzy Topsis method in determining the optimal location for the application of Communal Constructed Wetlands system. The results of this study are that the quality of waste water in the Permata Cimahi housing area is vulnerable to light pollution on a pollution index scale, so based on the results of the analysis of wastewater discharge and pollution index, only 1 unit of Constructed Wetlands system is needed with a capacity of 112,700 liters to accommodate domestic wastewater in coverage of one neighborhood unit with a population of around 1300 people. In addition, location analysis is used which produces 5 alternative locations that are considered to meet the criteria of Communal Artificial Wetlands, of the 5 alternatives weighting is carried out using the Fuzzy Topsis method which later in the Decision Maker table, the output is in the form of an alternative location with the largest weight. optimal for the implementation of the Communal Constructed Wetlands system.

Keywords : Domestic Wastewater, Communal Constructed Wetlands,         Wastewater Discharge, Pollutant Index, Site Determination

Abstrak, Jumlah air limbah domestik yang dihasilkan oleh kawasan perumahan dewasa ini menjadi permasalahan yang cukup serius di kawasan perumahan Permata Cimahi. Setiap tahunnya jumlah air limbah yang dihasilkan semakin bertambah karena berbagai faktor seperti bertambahnya jumlah penduduk serta semakin banyaknya pembukaan lahan untuk kawasan perumahan. Kehadiran kawasan perumahan menjadi sebuah ancaman bagi air sungai terutama penurunan kualitas air serta meningkatnya tingkat pencemaran air sungai yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Agar kawasan perumahan Permata Cimahi tetap terjaga kelestarian bagi kawasan disekitarnya maka perlu adanya alternatif sistem lahan basah buatan sebagai penampung serta pengolah air limbah domestik sebelum mengalir menuju ke sungai. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana langkah agar air limbah domestik yang dihasilkan oleh kawasan perumahan tidak berdampak negatif terhadap sungai dengan adanya penerapan Lahan Basah Buatan Komunal dengan menggunakan tanaman Eceng Gondok di RW 13 Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas air kualitas limbah domestik yang dihasilkan oleh Kawasan perumahan Permata Cimahi serta penentuan lokasi yang memenuhi kriteria dalam penerapan sistem Lahan Basah Buatan. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini diantaranya menghitung debit air limbah, menghitung indeks pencemaran dengan uji laboratorium dari sample air limbah domestik yang dihasilkan, serta analisis lokasi dengan metode Fuzzy Topsis dalam menetukan lokasi optimal untuk diterapkannya Lahan Basah Buatan Komunal. Hasil dari studi ini adalah kualitas air limbah kawasan perumahan Permata Cimahi berada dalam rentan pencemaran ringan dalam skala indeks pencemaran, sehingga berdasarkan hasil analisis debit air limbah dan indeks pencemaran hanya diperlukan 1 unit Lahan Basah Buatan Komunal dengan kapasitas 112.700 liter untuk menampung air limbah domestik dalam cakupan satu rukun warga dengan jumlah penduduk berkisar 1300 jiwa. Selain itu digunakan analisis lokasi yang menghasilkan 5 alternatif lokasi yang dinilai memenuhi kriteria dari Lahan Basah Buatan Komunal, dari ke-5 alternatif tersebut dilakukan pembobotan dengan metode Fuzzy Topsis yang nantinya dalam tabel Decision Maker diperoleh output berupa alternatif lokasi dengan bobot terbesar merupakan lokasi yang paling optimal di wilayah RT 05 RW 13 untuk diterapkannya sistem Lahan Basah Buatan Komunal.

Kata kunci : Air Limbah domestik, Lahan Basah Buatan Komunal, Debit Air  Limbah, Indeks Pencemaran, Penentuan Lokasi.


Keywords


Domestic Wastewater, Communal Constructed Wetlands, Wastewater Discharge, Pollutant Index, Site Determination, Air Limbah domestik, Lahan Basah Buatan Komunal, Debit Air Limbah, Indeks Pencemaran, Penentuan Lokasi.

Full Text:

PDF

References


Afiya, A., dan Nieke, K., (2018): Pengolahan Air Limbah Domestik Menggunakan Proses Aerasi, Pengendapan, dan Filtrasi Media Zeolit-Arang Aktif, Jurnal Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan, dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kota Surabaya. Vol. 7, No. 1. Juli 2018. Halaman 1-5.

Al Kholif, M., Sutrisno, J., dan Prasetyo, I, D., (2018): Penurunan Beban Pencemar Pada Limbah Domestik Deengan Menggunakan Moving Bed Biofilter Reaktor (MBBR), Jurnal Teknil Sipil dan Perencanaan, UNIPA, Surabaya. Vol. 4, No. 1. September 2018. Halaman 2-6.

Alfrida, E. S., dan Ernawita, N., (2016): Characteristic Of Domestik Wastewater (Greywater) In One Of Mid Level Residental Area In South Tanggerang, Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, KLHK, Serpong. Vol. 10, No. 2. Juli 2016. Halaman 1-4.

Baiquni, M., dan Ritohardoyo, S., (2011): Peran Masyarakat dan Pemerintah Dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik di Wilayah Ternate Tengah, Jurnal Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Vol. 25, No. 1. Maret 2011. Halaman 8-12.

Dhama, S., Purwanto, M. Y. J., dan Suprihatin., (2018): Evaluasi Pengolahan Air Limbah Domestik dengan IPAL Komunal di Kota Bogor, Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor. Vol. 19, No. 2. Juli 2018. Halaman 4-10.

Jayashree, D., Sangita, I., Arvind, C., (2012): Review On Wastewater Treatment Technology, Jurnal Shri Shivaji Science College, India. Vol. 1, No. 5. July 2012. Page 7-10.

Junaedi, A. F., Hasanah, U. A., (2014): Penyuluhan Tentang Penangan Limbah Rumah Tangga, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Indonesia. Bandung. Vol. 3, No. 2. Mei 2014. Halaman 2-4.

Prasetya, J., dan Handoko, S., (2008): Optimalisasi Pemanfaatan Greywater Pada Bangunan Rumah Susun Sebagai Upaya Mewujudkan Sustainable Architectute Studi Kasus : Rumah Susun Juminahan Yogyakarta, Jurnal Studi Arsitektur FTSP Universitas Islam Indonesia. Yogjakarta. Vol. 5, No. 2. Februari 2016. Halaman 2-8.

Reza, M., (2019): Kajian Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Untuk Mendukung Kawasan Metropolitan Cirebon Raya, Universitas Islam Bandung. Bandung. Halaman 111-119.

Rochma, S. P., dan Ipung, F. P., (2015): Perencanaan Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik di Kelurahan Keputih Surabaya, Jurnal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS. Surabaya. Vol. 4, No. 1. Juni 2015. Halaman 2-5.

Sakunda, A., Nur, H., Nimas, M. S. S., dan Putri, S. W., (2015): Optimization of Hydraulic Retention Time (HRT) and Inoculums Addition in Wastewater Treatment Using Anaerobic Digestion System, Departement of Agroindustrial Technology, Brawijaya University, Veteran rd, Malang. Vol. 3, No. 1. Juni 2015. Page 2-6.

Siti, Q., Koosdaryani., dan Ruth, D. K. F., (2016): Perencanaan Bangunan Pengolahan Grey Water Rumah Tangga Dengan Lahan Basah Buatan dan Proses Pengolahannya, Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Vol 3, No.1. September 2016. Halaman 4-7.

Supradata., (2005): Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Tanaman Hias Cyperus alternifolius Dalam Sistem Lahan Basah Buatan Aliran Bawah Permukaan, Tesis Universitas Dipenogoro, Semarang. Halaman 67-84.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.31513

Flag Counter