Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Rata-Rata Suhu Permukaan Studi Kasus Kawasan Bandung Utara

Raden Anggara, Hani Burhanudin

Abstract


Abstract. North Bandung Region (KBU) is a highland situated in the northern part of the Bandung basin. It is a major area that encompasses the northern Bandung basin that has important strategical value and serves as a conservation area. The growing number of inhabitants of KBU has an impact on the roles of forest and green space. Along with the increase in population, the surface temperature in KBU is shown to have increased over the last 20 years. The title of this research is “Land Cover Change Effect on Surface Temperature of the North Bandung Area” which aims to identify the rate of land cover change, as well as the number of inhabitants and how they correlate with the change of surface temperature. This research uses 3 stages of analysis, namely land cover change analysis, surface temperature analysis, and multiple regression. This land cover identification uses a supervised classification analysis that results in a classification of dry forest land, built land, lakes, and undeveloped land with the time series data, namely in 2000, 2011, and 2020 where every year there is an increase of built-up land area and decrease in dry forest land. The utilization of Google Earth was also carried out to validate the land cover analysis data. In addition, the increase of distribution of high temperature in KBU was identified and it is discovered that the distribution was recorded at 10% using the Land Surface Temperature Method. There are effects of land change cover change and population growth on surface temperature. According to the result of multiple regression analysis, land cover variables and population variables strongly influence the average surface temperature of KBU. It is identified that for every 1 additional population in 2020, the surface temperature will increase by 7° Celsius. Therefore KBU is required to maintain forests as conservation land and oxygen producers to slow the rate of temperature rise. 

Keywords: Landcover, North Bandung Area, Land Surface Temperature, Population.

Abstrak. Kawasan Bandung Utara (KBU) merupakan dataran tinggi yang berada di Cekungan Bandung bagian Utara. KBU secara geografis masuk kedalam Cekungan Bandung bagian Utara. Mempunyai status kawasan strategis provinsi jawa barat, dan mempunyai fungsi sebagai kawasan konservasi. Bertambahnya jumlah penduduk di KBU mendorong perubahan dari hutan dan lahan terbuka hijau menjadi lahan terbangun. Seiring dengan meningkatnya Jumlah penduduk, suhu permukaan di KBU terindikasi meningkat selama 20 tahun terakhir. Adapun judul penelitian ini adalah “Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan terhadap Rata-Rata Suhu Permukaan Kawasan Bandung Utara” yang bertujuan mengidentifikasi laju perubahan tutupan lahan, serta jumlah penduduk dan hubungannya dengan suhu permukaan. Dengan menggunakan 3 tahapan analisis yaitu analisis perubahan tutupan lahan, analisis suhu permukaan dan  regresi berganda. Identifikasi tutupan lahan ini menggunakan analisis klasifikasi supervised dengan hasil yaitu klasifikasi lahan hutan kering, lahan terbangun, danau, dan lahan tidak terbangun, dengan data time series yaitu tahun 2000, 2011 dan 2020 dimana disetiap tahunnya ada penambahan luasan lahan terbangun dan pengurangan lahan hutan kering, dan penggunaan google earth dilakukan untuk memvalidasi data analisis tutupan lahan. Selain itu teridentifikasi kenaikan sebaran suhu tinggi di KBU, kenaikan sebaran suhu tertinggi tercatat 10% dengan menggunakan metode Land Surface Temperature. Terdapat pengaruh dari perubahan tutupan lahan dan pertumbuhan penduduk terhadap suhu permukaan. Dari hasil analisis regresi berganda variabel tutupan lahan dan variabel jumlah penduduk berpengaruh kuat terhadap rata-rata suhu permukaan di KBU. Teridentifikasi bahwa setiap bertambahnya 1 penduduk pada tahun 2020 maka bertambahnya suhu permukaan sebesar 7° selsius. Sehingga KBU diharuskan mempertahankan lahan hutan sebagai lahan konservasi dan produsen oksigen untuk memperlambat laju kenaikan suhu.

Kata kunci: Perubahan Tutupan Lahan, Kawasan Bandung Utara, Suhu Permukaan, Jumlah Penduduk.


Keywords


Perubahan Tutupan Lahan, Kawasan Bandung Utara, Suhu Permukaan, Jumlah Penduduk.

Full Text:

PDF

References


Adiningsih, E. S., Mujiasih, & Soenarmo, S. H. (n.d.). KAJIAN PERUBAHAN DISTRIBUSI SPASIAL SUHU UDARA Studi kasus Cekungan Bandung, 17.

Donny Iqbal. (2020, Februari 25). Krisis Lingkungan : Cekungan Bandung Kian Rentan. Retrieved fromwww.mongabay.co.id: https://www.mongabay.co.id/2020/02/25/krisis-lingkungan-cekungan-bandung-kianrentan/

Basnet, B., & Vodacek, A. (2015). Tracking Land Use/Land Cover Dynamics in Cloud Prone.

M.A. Bek, N. AzmySameh, & Elkafrawy. (2018). Ain Shams Engineering Journal. The effect of unplanned growth of urban areas on heat island phenomena.

Mendenhall, W., & Sincich, T. (2012). A Second Course in Statistics Regression Analysis 7th Edition

Ouali, Kaoutar; Harrouni, Khalid El; Abidi, Moualy Larbi; Diab, Youssef;. (2018). The Urban Heat Island phenomenon modeling and analysis as an adaptation of Maghreb cities to climate change.

PERPRES NO. 45 TAHUN 2018 RTRK Perkotaan Cekungan Bandung. (n.d.). Retrieved from sitarunas.atrbpn.go.id: https://sitarunas.atrbpn.go.id/rtrksn/profil?id=37

Wijayanti Bitta Ikarani, Chamid Chusharini (2021). Kajian Pengendalian Pencemaran Air Laut Berdasarkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Pesisir Pantai Santolo Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota. 1(1). 23-29




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.30206

Flag Counter