Kajian Pariwisata Berkelanjutan pada Kampung Adat Banceuy Desa Sanca Kecamatan Ciater Kabupaten Subang

Heru Heryawan

Abstract


Abstract. The strategic role of tourism in the economy of a country, is predicted to increase in the future, because tourism is able to transform itself into the world's largest industrial group (The World's Largest Industry), tourism will play a central role in increasing national income, foreign exchange and creation. employment. Tourism is a sector that plays an important role in increasing income. This is because tourism is a sector that is considered profitable and has the potential to be developed as an asset that is used as a source of income for an area. In addition, tourism has a large multiplier impact especially with the creative industries. The development of the potential of local arts and culture is one form of tourism that is trying to be developed in Indonesia. Due to entering the current era of globalization, there is a tendency that people want to understand culture outside their environment. Subang Regency is one area that has the potential to be developed through the implementation of Sustainable Tourism. The development of tourism in the Banceuy Traditional Village and its surroundings is getting better because many tourists are on vacation to the traditional village to find out the uniqueness of tourism in the traditional village. With the phenomena and indications of sustainability. This study aims to examine sustainable tourism in the Banceuy Traditional Village. The approach method used is a mix of qualitative and quantitative methods using content analysis (content analysis) and carrying capacity analysis. With this research, it is hoped that it can provide various benefits both in related fields and the wider community towards the Banceuy Traditional Village which is a Sustainable Tourism.

Keywords: Tourism, Traditional Village, Banceuy, Sustainable Tourism, Subang, Qualitative

Abstrak. Peran strategis pariwisata dalam perekonomian di suatu negara, diprediksi akan semakin meningkat pada masa-masa mendatang, karena pariwisata mampu mentransformasi diri ke dalam kelompok industri terbesar dunia (The World's Largest Industry), pariwisata akan memainkan peran sentral dalam meningkatkan pendapatan negara, devisa dan penciptaan lapangan kerja. Pariwisata merupakan sektor yang ikut berperan penting dalam usaha peningkatan pendapatan. Hal ini dikarenakan pariwisata merupakan sektor yang dianggap menguntungkan dan sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu aset yang di gunakan sebagai sumber yang menghasilkan bagi suatu daerah. Selain itu, pariwisata mempunyai dampak pengganda yang besar terutama dengan industri kreatif. Pengembangan potensi kesenian dan budaya lokal adalah salah satu bentuk wisata yang coba dikembangkan di Indonesia. Karena memasuki era globalisasi sekarang ini muncul kecenderungan bahwa masyarakat ingin memahami kebudayaan diluar lingkungannya. Kabupaten Subang menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui penerapan Pariwisata Berkelanjutan. perkembangan pariwisata di Kampung Adat Banceuy dan sekitarnya semakin baik karena banyak wisatawan yang berlibur ke kampung adat tersebut untuk mengetahui keunikan pariwisata di kampung adat tersebut. Dengan adanya fenomena dan indikasi –indikasi keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pariwisata berkelanjutan pada Kampung Adat Banceuy. Adapun metode pendekatan yang digunakan merupakan metode mix method kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis content (analisis isi) dan analisis daya dukung. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat baik pada bidang terkait atau pun masyarakat luas terhadap Kampung Adat Banceuy yang menjadi Wisata Berkelanjutan..

Kata Kunci: Pariwisata, Kampung Adat, Banceuy, Pariwisata berkelanjutan, Subang


Keywords


Pariwisata, Kampung Adat, Banceuy, Pariwisata berkelanjutan, Subang

Full Text:

PDF

References


Andriani, D., & Sunarta, I. (2015). “Pengelolaan Desa Wisata Belimbing Menuju Pariwisata Berkelanjutan Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali” 3(1), 17 - 23. doi:10.24843/JDEPAR.2015.v03.i01.p03

Astawa, DKK. (2018). “Pariwisata Berkelanjutan dan Budaya yang Harmonis Studi Kasus Tentang Model Kultus di Desa Wisata” doi :10.1088/1742-6596/953/1/012057

Afif, S. (2020). Kebudayaan Kampung Adat Banceuy Desa Sanca. 17(1), 43–57. https://doi.org/10.15575/al-Tsaqafa.v17i1.9004

Budiani, S. R., Wahdaningrum, W., Yosky, D., Kensari, E., Pratama, H. S., Mulandari, H., Iskandar, H. T. N., Alphabettika, M., Maharani, N., Febriani, R. F., & Kusmiati, Y. (2018). Analisis Potensi dan Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Komunitas di Desa Sembungan, Wonosobo, Jawa Tengah. Majalah Geografi Indonesia, 32(2), 170. https://doi.org/10.22146/mgi.32330

Hernowo, E. (2017). Kriteria Pengembangan Ruang Publik Terpadu ramah Anak di Wilayah Jakarta Selatan.

Nyoman, Sunarta. DKK, 2017. Pariwisata Berkelanjutan. Penerbit : Cakra Press. Anggota IKAPI BALI. Denpasar, Bali

Munawaroh, R. (2017). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Di Taman Nasional Gunung Merbabu Suwanting, Magelang. Jurnal Elektronik Mahasiswa Pend. Luar Sekolah - S1, Volume 06(4), 374–389.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan

Peraturan Daerah No 3 Tahun 2014 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Subang

Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Destinasi Pariwisata Berkelanjutan

Rssamadhany, F., & Ridlwan, A. A. (2018). Implikasi Pariwisata Syariah Terhadap Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat. Muslim Heritage, 3(1), 157. https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v3i1.1303

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024

Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Subang Tahun 2013 (RIPPDA 2013)

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Susana, I., Alvi, N., & Persada, C. (2017)" Perwujudan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Lokal" Tataloka, 19(2), 117-128. https://doi.org/10.14710/tataloka.19.2.117-128

Undang – Undang No 10 Tahun 2007 Tentang Kepariwisataan (UU No. 10 tahun 2007)

Wahyuni, Dinar. 2019. “Pengembangan Desa Wisata Pentingsari, Kabupaten Sleman dalam Perspektif Partisipasi Masyarakat”. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta

Wijayanti Bitta Ikarani, Chamid Chusharini (2021). Kajian Pengendalian Pencemaran Air Laut Berdasarkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Pesisir Pantai Santolo Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota. 1(1). 23-29




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.29357

Flag Counter