Arahan Pola Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir Pantai Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang

Fauzan Thouriq Hidayat, Ernawati Hendrakusumah

Abstract


Abstract. Carita Subdistrict is an area in Pandeglang Regency which in terms of location has shown that it is prone to tsunami disasters caused by earthquakes and Mount Anak Krakatau. In the regional regulation of Pandeglang Regency, Carita District, it is categorized as a Carita beach tourism area. With the many problems that occur in coastal areas, such as the emergence of buildings in coastal areas and the absence of a buffer against water waves. Thereforce, to increase awareness of the tsunami disaster and ensure the safety of coastal communities, it is necessary to first plan for coastal areas that pay attention to aspects of coastal area management to minimize the impact of disasters. This study aims to identify a high level of tsunami vulnerability in the Carita coastal area and direct a spatial pattern based on tsunami disaster mitigation. The analytical method used in this study is descriptive and quantitative, namely explaining the relationship between parameters in vulnerability analysis and using ArcGIS software to describe the level of vulnerability. Study result, it is known the level of vulnerability in the Carita coastal area with the highest vulnerability and directions for tsunami disaster mitigation that are suitable for the coastal area of Carita District.

Keywords: Space pattem, Vulnerability level, Coastal Areas, Tsunami Disaster Mitigasi.

 

Abstrak. Kecamatan Carita merupakan wilayah yang berada di Kabupaten Pandeglang yang secara letak sudah menunjukan bahwa rawan akan terjadinya bencana tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi maupun gunung anak Krakatau, dalam perda Kabupaten Pandeglang Kecamatan Carita dikateogrikan sebagai kawasan pariwisata pantai Carita. Dengan banyaknya masalah yang terjadi di wilayah pesisir, seperti timbulnya bangunan pada wilayah pesisir dan tidak terdapatnya suatu penyangga terhadap gelombang air. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap benacana tsunami dan menjamin keselamatan masyarakat pesisir diperlukan terlebih dahulu adanya perencanaan kawasan pesisir yang memperhatikan aspek pengelolaan kawasan pantai untuk meminimalisisr dampak bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana tsunami yang tinggi pada wilayah pesisir pantai carita dan mengarahkan pola ruang berbasis mitigasi bencana tsunami. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara deskriptif dan kuantitatif yaitu menjelaskan hubungan antara parameter dalam analisis kerentanan dan menggunakan software ArcGis untuk menggambarkan tingkat kerentananya. Hasil studi, diketahui tingkat kerentanan pada wilayah pesisir pantai carita dengan kerentanan tertinggi dan arahan terhadap mitigasi bencana tsunami yang cocok untuk wilayah pesisir Kecamatan Carita.

Kata Kunci: Arahan Pola Ruang, Tingkat Kerentanan, Kawasan Pesisir, Mitigasi Bencana, Tsunami.


Keywords


Arahan Pola Ruang, Tingkat Kerentanan, Kawasan Pesisir, Mitigasi Bencana, Tsunami

Full Text:

PDF

References


Avnita Miftarokhah. (2015). Kerentanan Bencana Tsunami di Pantai Barat Kabupaten Pandeglang. Tugas Akhir Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia. Antologi Pendidikan Geografi. Vol 3. No. 1. Kabupaten Pandeglang.

Badan Pusat Statistik. 2020. Kecamatan Carita Dalam Angka Kabupaten Pandeglang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang Penanggulangan Bencana

Herni Tendi. (2019). Analisis Kerentanan Bencana Tsunami Di Kota Palu. Jurnal Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sam Ratulangi. Vol 6. No 2. Kota Palu.

Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990. Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.

Nabillah Ratu. (2020). Kerentanan Sosial Pada Wilayah Potensi Bencana Tsunami di Pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Pendidikan Geografi Universitas Indonesia. Vol 4. No 2. Jakarta. Hal 96-112.

Peraturan Mentri PU No. 20 Tahun 2007 pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan.

Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pandeglang No. 2 Tahun 2020.

Perka Badan Penanggulangan Bencana No. 2 Tahun 2012 Tentang Penanggulangan Bencana.

Rahman Ruddy. (2010). Identifikasi Tingkat Resiko Bencana Letusan Gunungapi Serta Arahan Mitigasi Bencana Di Wilayah Kota Ternate. Tugas Akhir, Bandung : Jurusan Teknik Planologi, Universitas Pasundan.

Republik Indonesia, (2004). Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah, perairan pantai untuk kabupaten/kota.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Republik Indonesia, (2007). Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Riana Evelina. (2015). Arahan Penataan Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Alam Geologi di Kabupaten Majalengka. Tugas Akhir, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Unisba.

Roni Rkha. (2020). Implementasi Kebijakan Penataan Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Sebagai Upaya Pengurangan Resiko Bencana di Kota Padang. Jurnal Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Andalas. Vol 9. No 2. Padang.

Tanaka, N. (2012). Effectiveness AND Limitations of Coastal Forest in Large Tsunami; Conditions of Japanese Pine Tress On Coastal Sand Dunes in Tsunami Caused by Great Japan Earthquake. Journal of Japan Society of Civil Engineers. 68, 7-15.

Wijayanti Bitta Ikarani, Chamid Chusharini (2021). Kajian Pengendalian Pencemaran Air Laut Berdasarkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Pesisir Pantai Santolo Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota. 1(1). 23-29




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.29259

Flag Counter