Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor sebagai Upaya Mitigasi di Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut

Saska Shafira Rizkia, Ira Safitri Darwin

Abstract


Abstract. Cibatu District is an area that has the potential for landslides and high vulnerability in Garut Regency. The Cibatu District Government has tried to map landslide events through coordinate points, but due to limited human resources, this activity has been stopped. Of the eleven villages in Cibatu District, only one has a Disaster Risk Reduction Forum (FPRB). This study aims to map landslide-prone areas based on disaster risk to prevent a larger impact, identify the threat of landslides in each village, identify a landslide risk index, and compile a landslide risk map. This study uses an empirical and mixed approach. The analytical method used refers to PERKA BNPB No. 2 of 2012 and uses GIS tools for mapping. This study succeeded in showing that villages that have a high landslide threat are in Padasuka Village, a village that has a high landslide risk index as many as two villages, namely Girimukti Village with a risky area of 348. 28 Ha and Wanakerta Village with a risky area of 162.17 Ha. Three villages have a medium risk index, and six villages have a low-risk index.

Keywords: mapping, landslides, threats, risk index.

Abstrak. Kecamatan Cibatu merupakan daerah yang memiliki potensi tanah longsor dan kerentanan tinggi di Kabupaten Garut. Pemerintah Kecamatan Cibatu telah berupaya memetakan kejadian longsor melalui titik koordinat, namun karena keterbatasan SDM kegiatan ini terhenti. Dari sebelas desa yang ada di Kecamatan Cibatu hanya satu yang memiliki Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor berdasarkan risiko bencana agar dapat mencegah dampak yang lebih besar, dengan sasaran mengidentifikasi ancaman longsor di setiap desa, mengidentifikasi indeks risiko bencana tanah longsor, dan menyusun peta risiko bencana tanah longsor. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan empiris dan campuran. Metoda analisa yang digunakan mengacu pada PERKA BNPB No 2 Tahun 2012 dan menggunakan alat bantu GIS untuk pemetaan. Penelitian ini berhasil menunjukan desa yang memiliki ancaman bencana longsor tinggi berada di Desa Padasuka, desa yang memiliki indeks risiko bencana tanah longsong tinggi sebanyak dua desa, yakni Desa Girimukti dengan luas risiko sebesar 348,28 Ha dan Desa Wanakerta dengan luas risiko 162,17 Ha. Desa yang memiliki indeks risiko menengah sebanyak tiga desa, dan indeks risiko rendah sebanyak enam desa.

Kata kunci: pemetaan, bencana longsor, ancaman, indeks risiko.


Keywords


pemetaan, bencana longsor, ancaman, indeks risiko.

Full Text:

PDF

References


Adiyoso, W. (2018). Manajemen Bencana (R. A. Kusumaningtyas (ed.)). Bumi Aksara.

BNPB, N. D. M. A. of the R. of I.-. (2018). IRBI (Indeks Resiko Bencana Indonesia) Tahun 2018. Republik Indonesia.

Deputi Bidang Perencanaan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2017). Kajian Risiko Bencana Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat 2018-2022.

PERKA BNPB No 2 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Tentang Pengkajian Risiko Bencana

Rachmawati, T. A., Rahmawati, D., & Susilo, A. (2018). Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Tata Ruang. UB Press.

Rumadhan, R. D. S., & Darwin, I. S. (2016). Kajian Resiko Bencana Alam Patahan Lembang di Kecamatan The Study of Disaster Lembang Fault Risk in Lembang , Parompong , dan Cisarua Kecamatan Lembang , Kecamatan Parongpong dan Kecamatan Cisarua Kabupaten. 2, 365–377.

Sabila, Z. S., Sukiyah, E., CSSSA, B. Y., & Zakaria, Z. (2019). Identifikasi Gerakan Tanah (Longsor) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bulletin of Scientific Contribution: GEOLOGY, 17(3), 205–212.

Nazarudin Fahri, Djoeffan Sri Hidayati (2021). Peremajaan Kawasan Pasar Kiaracondong Berkonsep Pasar Sehat . Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota. 1(1). 15-22




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.29048

Flag Counter