Kajian Pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi

Rafi Indra Wiraputra, Lely Syiddatul Akliyah

Abstract


Abstrak. Pengelola sampah di DKI Jakarta menyebutkan bahwa produksi sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang Kota Bekasi setiap harinya mencapai angka 4000 - 6000 ton per hari. Peningkatan jumlah sampah baik dalam segi volume maupun jenisnya menuntut keseriusan dan perhatian lebih untuk pengelolaannya. Tidak hanya sekedar untuk upaya pengumpulan, transportasi dan pemusnahan semata tetapi pengelola juga harus memberi perhatian tentang iklim kerja para pemulung di sekitar TPST. Belum adanya ruang untuk kegiatan pemulung melakukan aktivitasnya dengan baik dan mengurangi resiko kecelakaan dalam seluruh kegiatan aktivitasnya menjadi masalah bersama . Harus ada jalan tengah antara pihak pengelola dengan pihak pemulung agar tercipta harmonisasi terhadap lingkungan dan manfaat bagi masyarakat sekitar. Penelitian yang berjudul “Kajian Pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi” bertujuan untuk mengetahui karakteristik pemulung, menentukan alokasi ruang untuk pemulung dalam melaksanakan aktivitasnya di TPST Bantar Gebang Kota Bekasi, serta mengalokasikan permukiman pemulung di TPST Bantargebang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi ekspolratif dan metode penguumpulan data.

Kata Kunci: Pemulung, TPST Bantargebang, Pengelolaan Sampah, Kajian Pemulung.

Abstract. The garbage manager in DKI Jakarta said that the production of waste disposed to the TPST Bantar Gebang in Bekasi City every day reached 4000 - 6000 tons per day. Increasing the amount of waste both in terms of volume and type requires seriousness and more attention to its management. Not only for efforts to collect, transport and exterminate only, but the manager must also pay attention to the work climate of the scavengers around the TPST. The lack of space for scavenger activities to carry out their activities well and reduce the risk of accidents in all activities is a common problem. There must be a middle ground between the management and scavengers to create harmonization of the environment and benefits for the surrounding community. The study entitled "The Study of Scavengers in the Integrated Waste Treatment Site of Bantar Gebang Sub-District, Bekasi City" aims to determine the characteristics of scavengers, determine the allocation of space for scavengers in carrying out their activities in Bantar Gebang TPST, Bekasi City, and allocate scavenger settlements at Bantargebang TPST. This study uses an experimental study approach and data collection methods.

Keywords: Svavengers, Bantargebang, Waste Management, Scavenger Study


Keywords


Pemulung, TPST Bantargebang, Pengelolaan Sampah, Kajian Pemulung.

Full Text:

PDF

References


Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/1992 Tentang Prsyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/Prt/M/2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga

Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 400 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pengelola Sampah Terpadu

Rencana Induk Pengelolaan TPST Bantargebang Bantargebang 2019-2028

Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bekasi Tahun 2011-2031

Faiz Hamzah. 2017. Dampak Keberadaan TPST Terhadap Kejahteraan Keluarga Pemulung Perantau Kelurahan Ciketingudik

Shunsuke Sasaki. 2014. Estimating The Possible Range Of Recycling Rates Achieved By Dump Waste Pickers: The Case Of Bantargebang In Indonesia

Dwita Hadi Rahmi. 2015. Pengaturan Penghawasaan dan Pencahayaan Pada Bangunan

Aisya Ameriani. 2014. Analisis Karakteristik Pemulung, Karakteristik Kerja, Hubungan Sosial dan Kesejahteraan Pemulung Kecamatan Pamulang, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten

Anonim. 2009. “Akses Data Pengelola UPST” http://upst.dlh.go.id diakses pada tanggal 15 Maret 2019 pukul 16.00WIB.




Flag Counter