Kajian Faktor Pengaruh Kebertahanan Masyarakat pada Permukiman Kepedatan Tinggi di Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong, Kota Bandung

Risman Abdul Haris, Ernawati Hendrakusumah

Abstract


Abstract. According to the Statistical Board of Bandung 2018, it is recorded that the city of Bandung is the most populous area in West Java province with a population density of 14,228 people/Ha. This occurs among other things because of the increasing natural population as well because of the development of urbanisation as an attraction of urban areas for people residing in rural areas. The village of Sadang Serang as a study area has a population density of 278 people/Ha. When referring to SNI 03-1733-2004, the ideal density is < 200 Jiwa/Ha. This study aims to study about the factors that Mempenga-ruhi communities in Sadang Serang village Coblong Sub-district of Bandung so they are able to survive in high density residential area. The research method used is an expreslanatory descriptive study based on primary data of interviews, questionnaires, and field of, as well as secondary data from instansional and electronic media. The analytical techniques used include environmental quality analysis (water quality analysis and air quality analysis), path analysis, correlation analysis and descriptive analysis. The results of the study showed that there are elements of values in the form of neighboring habits, easily entrust the home, mutual cooperation in love and sorrow, easy access to socio-economic activities, and the gathering and study together have made People remain comfortable and peaceful living in high density settlements. Nevertheless, although the environment is dense, in terms of the minimum service standards for the smooth life in the settlement, it remains to be considered.

Key words: High density settlements, community empowerment

Abstrak. Menurut Badan Statistik Kota Bandung 2018, tercatat bahwa Kota Bandung merupakan daerah terpadat di Provinsi Jawa Barat  dengan tingkat kepadatan penduduk 14.228 orang/Ha. Hal ini terjadi antara lain dikarenakan bertambahnya populasi secara alamiah juga karena adanya perkembangan urbanisasi sebagai daya tarik daerah perkotaan bagi penduduk yang berdomisili di daerah perdesaan. Kelurahan Sadang Serang sebagai daerah studi memiliki tingkat kepadatan penduduk sebesar 278 jiwa/Ha. Apabila merujuk pada SNI 03-1733-2004, kepadatan ideal adalah < 200 Jiwa/Ha. Studi ini bertujuan untuk menelaah tentang faktor-faktor yang mempenga-ruhi masyarakat di Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong Kota Bandung sehingga mereka mampu bertahan pada kawasan permukiman kepadatan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksplanatory berdasarkan data primer hasil wawancara, kuesioner, dan obervasi lapangan, serta data sekunder dari instansional dan media elektronik. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis kualitas lingkungan (analisis kualitas air dan analisis kualitas udara), path analysis (analisis jalur), analisis korelasi dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya unsur nilai-nilai baik berupa kebiasaan bertetangga, mudahnya saling menitipkan rumah, bergotong royong dalam suka dan duka, mudah mengakses kegiatan sosial-ekonomi, serta kumpul dan pengajian bersama telah membuat masyarakat tetap merasa nyaman dan tentram tinggal di permukiman kepadatan tinggi. Namun demikian, meskipun lingkungan huniannya padat, dalam hal penemuhan standar pelayanan minimal bagi kelancaran berkehidupan di permukiman tersebut, tetap perlu diperhatikan.

Kata Kunci: Permukiman Kepadatan Tinggi, Kebertahanan Masyarakat


Keywords


Permukiman Kepadatan Tinggi;Kebertahanan Masyarakat

Full Text:

PDF

References


Andhika, Ernawati,Hendra kususmah. 2017. Evaluasi Fungsi Subpusat Pelayanan Kota (SPK) Sadang Serang Sebagai Pusat Pelayanan Sub Wilayah Kota (SWK) Cibeunying. Universitas Islam Bandung.

Apriansyah, Azril., Peran Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Dalam Penyediaan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota Batam.

Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung

Dwi Priyatno, (2013) Analisis Korelasi, Regresi, Multivariate, Cetakan I, Penerbit Gava Media, Yogyakarta.

Dr. Ir. Moestikahadi Soedomo, M.sc., DEA. (2001). Pencemaran Udara. Badan Penerbit Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Diah Prabahandari, (2014). Analisis Status Kualitas Udara Lima Kota Metropolitan Di Indonesia

Harmanto, Srijanto., Studi Preferensi Lokasi Permukiman di Wilayah Pengembangan Selatan Jakarta. Pasca Sarjan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota. Institur Teknologi Bandung. 1993.

Sugiyono.(2016). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta CV. Bandung.

Srikandi Fardiaz. (1992). Polusi Air dan Udara . Penerbit Kansius (Anggota IKAPI). Yogyakarta.

Ujianti, Triwahyani., Identifikasi Kesiapan Masyarakat Permukiman Kumuh Untuk Tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa. Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 2011.




Flag Counter