Kajian Kebutuhan Ruang Publik Untuk Remaja

Astrid Widya Febrianti, Ernady Syaodih

Abstract


Abstract. youth is a period of developmental transition between childhood and adulthood which includes biological, cognitive, and social-emotional changes (Santrock (2003: 26). The phenomenon of adolescents in Gedebage Subdistrict is that there are inequalities where adolescents are very active and have the potential to develop themselves but have not in the form of public space as a means for activities.There is a task of adolescent development based on the Qur'an, hadith or psychological theory and as a planner must provide a special space for adolescents.The approach method used is descriptive quantitative carried out with the method of analyzing adolescent needs for facilities and facilities in public spaces The output of this study is the identification of adolescents' needs of public space in Gedebage District including the provision of facilities and facilities, namely gazebos, cafeterias, coworking spaces, workout areas, jogging tracks, futsal fields, amphitheater, grafity park, pedestrian circulation , s ignage, park lights, wifi, park benches, prayer rooms, public toilets and parking lots Secondly illustrated the facilities and amenities that teens expect in public spaces. The results of each of these facilities and facilities are adjusted according to the attributes or elements of the provision of public space according to Carmona El at 2010 viz. socialbility, uses and activity, access and circle and comfort and image

Keywords: Needs, Teenagers, Public Spaces

Abstrak. Remaja adalah masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional (Santrock (2003: 26). Fenomena remaja di Kecamatan Gedebage yaitu terdapat ketimpangan dimana remajanya sangat aktif dan berpotensi dalam mengembangkan diri namun belum terdapatnya berupa ruang publik sebagai  sarana untuk beraktifitas. Terdapat tugas perkembangan remaja berdasarkan al-qur’an, hadist maupun teori psikologi dan sebagai seorang perecana harus menyediakan sebuah ruang khusus remaja. Metode pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dilakukan dengan metode analisis kebutuhan remaja terhadap sarana dan fasilitas pada ruang publik. Output dari kajian ini yaitu teridentifikasinya kebutuhan remaja terhadap ruang publik di Kecamatan Gedebage diantaranya dalam penyediaan sarana dan fasilitas yaitu gazebo, kafetaria, coworking space, Area workout, jogging track, lapangan futsal, amphiteater, grafity park, sirkulasi pejalan kaki, signage, lampu taman, wifi, bangku taman, , mushola, toilet umum dan lahan parkir  Kedua terilustrasinya sarana dan fasilitas yang diharapankan remaja pada ruang publik. Hasil setiap sarana dan fasilitas ini disesuaikan atribut atau elemen penyedian ruang publik menurut carmona el at 2010 yaitu. sosialbility, uses and activity, acceess and lingkage dan comfort and image

Kata Kunci: Kebutuhan, Remaja, Ruang Publik.

 


Keywords


Kebutuhan, Remaja, Ruang Publik

Full Text:

PDF

References


Carmona, Matthew, Tim Heath, Steve Tiesdell, and Taner Oc. (2010). Public Places, Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design Second Edition. London: Routledge

Hurlock, E. B. 1990. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang

Kusumawijaya, M. (2006). Kota Rumah Kita. Jakarta: Borneo Publication. Rentang Kehidupan. Alih Bahasa: Soedjarwo dan Iswidayanti. Jakarta: Erlangga.

Santrock (2003) John W. Adolescence. Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.




Flag Counter