Identifikasi Karakteristik Pengunjung Objek Wisata Stone Garden Kabupaten Bandung Barat

Kiagus Ahmad Juan Saputra, Lely Syiddatul Akliyah

Abstract


Abstract. Stone Garden Geopark is one of the attractions of nature which are in Sub Cipatat West Bandung regency. Stone Garden Geopark is an area that has the uniqueness of the structure of rocks contained in the core zone, the Hilltop Sand Masigit (Mount Masigit). The rocks were supposed to be on the seabed or rocks in the form of fossils of ancient sharks, fossils and other marine parks. Views of the rocks at the attraction Stone Garden Geopark became more attraction for tourists both from within the city and outside of West Bandung regency. Based on the exposure of the study aims to identify the characteristics of visitor attractions in Stone Garden Geopark and identify facilities and infrastructure in the tourist attraction Stone Garden Geopark. The approach method in this study using a descriptive approach. The method of data collection using questionnaires. Based on the results from this study showed that the characteristics of visitor attractions in Stone Garden Geopark is dominated by the visitors who come from the city of Bandung with a structure that is 21-25 years of age. These visitors generally worked as a student / students use private transport modes ie two-wheel vehicles. The average number of visitor revenues of Rp 3,000,000 - Rp 4,000,000. According to visitor quality of facilities and prasanana Attraction in stone garden geopark is still minimal so the necessary repairs and maintenance over the manager. Based on this in order to increase the attractiveness of the manager of the tourist sattractions Stone Garden Geopark can manage tourist areas better. Among other things take care of the facilities and infrastructure that already exists (footpaths, WC, directions, parking area, etc.) so that it can work better.

Keyword: Geopark Tourism, Stone Garden Geopark , Visitor Characteristics.

Abstrak. Stone Garden Geopark adalah salah satu objek wisata alam yang berada di Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Stone Garden Geopark merupakan kawasan yang memiliki keunikan dari struktur bebatuan yang terdapat di zona inti, puncak bukit Pasir Masigit (Gunung Masigit). Batuan tersebut seharusnya berada di dasar laut atau bebatuan berupa fosil ikan hiu purba, fosil hewan dan juga taman laut lainnya. Pemandangan batuan yang ada di objek wisata Stone Garden Geopark ini menjadi daya tarik lebih bagi para wisatawan baik dari dalam kota dan luar Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan pemaparan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengunjung di objek wisata Stone Garden Geopark dan mengidentifikasi sarana dan prasarana di objek wisata Stone Garden Geopark. Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif. Adapun metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pengunjung di objek wisata Stone Garden Geopark di dominasi oleh pengunjung yang berasal dari Kota Bandung dengan struktur usia yaitu 21-25 tahun. Pengunjung ini pada umumnya berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa menggunakan moda transportasi pribadi yaitu kendaraan roda dua. Rata-rata jumlah pendapatan pengunjung sebesar Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000. Menurut pengunjung kualitas sarana dan prasanana di objek wisata stone garden geopark masih minim sehingga perlu perbaikan dan perawatan lebih dari pihak pengelola. Berdasarkan hal tersebut agar pihak pengelola meningkatkan daya tarik wisatwan objek wisata Stone Garden Geopark dapat melakukan pengelolaan kawasan wisata yang lebih baik. Antara lain merawat sarana dan prasarana yang telah ada (jalan setapak, WC, penunjuk arah, lahan parker,dll) sehingga dapat berfungsi dengan lebih baik.

Kata Kunci: Objek Wisata Geopark, Stone Garden Geopark, Karakteristik Pengunjung.


Keywords


Objek Wisata Geopark, Stone Garden Geopark, Karakteristik Pengunjung.

Full Text:

PDF

References


Gamal, Suwantoro. 2002. Dasar-Dasar Pariwisata. Penerbit Andi. Yogyakarta

Undang -Undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan

Agustian, Ridho. 2013. Identifikasi Arahan Pengembangan Wisata Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang Berdasarkan Persepsi Pengunjung.Tugas Akhir. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia. Bandung.

Cooper, John Fketcher, David Gilbert and Stephen Wanhill. (1995). Tourism, Principles and Prantice. London. Logman.

Brainly (2018). https://brainly.co.id

/tugas/20267322.

Diakses pada januari 2019. Diakses pada Maret 2019

Bappenas (2017). http://landspatial.

bappenas.go.id/km/files/20141113161357_geopark_dan_tata_ruang.pdf. Diakses pada Maret 2019.

Kanal (2016). https://www.kanal.

web.id/pengertian-geopark.

Diakses pada februari 2019.

Scribd (2013). https://id.scribd.com

/document/246222668/PENELITIAN-DESKRIPTIF. Diakses pada februari 2019.

Tourism Economic (2012).

https://tourismeconomic.wordpress.com/2012 /10/29/wisata-pariwisata-wisatawan-kepariwisataan-unsur-unsur-pariwisata. Diakses pada januari 2019.




Flag Counter