Persepsi Penyandang Disabilitas terhadap Taman (Studi Kasus Taman Inklusi dan Taman Lalu Lintas Kota Bandung)

Louxy Putri Aprilesti, Ernady Syaodih

Abstract


Abstrak. Para penyandang disabilitas di Kota Bandung pada Tahun 2018 berjumlah 1.591 Jiwa, seharusnya memiliki hak untuk hidup layak dan bermasyarakat seperti orang lain, namun penyandang disabilitas sangat jarang terlihat menggunakan ruang terbuka publik khususnya taman untuk melakukan kegiatan seperti masyarakat lainnya, padahal seharusnya taman dapat dinikmati oleh semua orang termasuk penyandang disabilitas. Hal ini karena pembangunan taman di Kota Bandung tidak memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kinerja taman dan mengidentifikasi kebutuhan fasilitas taman berdasarkan persepsi penyandang disabilitas. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed methods. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan metode analisis deskriptif dan eksplorasi, sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan metode analisis Importance Performance Analysis (IPA). Output dari kajian ini yaitu yang pertama teridentifikasinya komponen taman yang tediri dari jalur pedestrian, jalur pemandu, area parkir, ramp, toilet, rambu dan marka, serta fasilitas pendukung dimana secara keseluruhan bahwa komponen taman lalu lintas lebih baik dari komponen Taman Inklusi. Kedua, teridentifikasinya penilaian kinerja dan harapan taman berdasarkan persepsi penyandang disabilitas yaitu pedestrian (95,90%), jalur pemandu (47,56%), area parkir (53,63%), ramp (51,08%), toilet (41,28%), rambu dan marka (52,64%), fasilitas pendukung (61,79%). Ketiga teridentifikasinya fasilitas kebutuhan penyandang disabilitas terhadap taman agar pembangunan taman yang akan datang sesuai dengan kebutuhan disabilitas sehingga dapat dinikmati oleh semua orang termasuk penyandang disabilitas.

Kata Kunci : Disabilitas, Taman, Kinerja dan Harapan, Kebutuhan.


Abstract. Based on data 2018, 1.591 people in Bandung City live with a disability, they have a right to live in the community and to participate in society as equal citizens, however people with disabilities are rarely using open public spaces, especially the park for having an activity like everyone else, eventhough the park a place that can be enjoyed including people with disabilities. It is because public buildings not accessible for persons with disabilities in Bandung City. The aims of study are to assess a park’s performance and identification of needs of park facilities based on disability’s perception. The mothod used in the present study, mixed methods. The qualitative approach is carried out using descriptive and exploratory analysis methods, while the quantitative method is carried out by the Importance Performance Analysis (IPA) method. The result of this study shows that identification of park component consisting of pedestrians, guide lanes, parking lots, ramps, toilets, signs and markers, and supporting facilities, at this overall Taman Lalu Lintas Park component is better than Inklusi Park. Then, identification of park performance and importance based on perceptions of people with disabilities, pedestrians (95,90%), guide lanes (47,56%), parking lots (53,63%), ramps (51,08%), toilets (41,28%), signs and markers (52,64%), supporting facilities (61,79%). The last, is identification of  facilities needs of persons with disabilities to the park so that the development of the upcoming park will suit the needs of disability so that it can be enjoyed by everyone including persons with disabilities.

 

Keywords : Disabilities, Park, Performance and Importane, Needs.


Keywords


Disabilitas, Taman, Kinerja dan Harapan, Kebutuhan

Full Text:

PDF

References


Undang-undang No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 30/PRT/M/2006 Tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

Besari, Rully B. 2018. Sebuah Tinjauan Taman Kota Sebagai Ruang Terbuka Publik Bagi Warga Disabilitas : Peluang dan Tantangan. Program Studi Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti. Jakarta.

Carr, Stephen, dkk. 1992. Public Space. Cambridge University Press. USA.

CBM. 2015. Disability Inclusive Development Toolkit. CRPD. Germany.

Fadli, Fauzi, dkk. 2015. Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Taman Merjosari Malang. Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, Universitas Brawijaya. Malang.

Ferdinand. 2006. Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk Skripsi, Tesis dan Disertasi Ilmu Manajemen. Universitas Diponegoro. Semarang.

Hapsari, Galih. 2011. Aksesibilitas Difabel dalam Ruang Publik di Kota Surakarta. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmi Politik, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Jefri, Tamba. 2016. Aksesibilitas Sarana dan Prasarana bagi Penyandang Tunadaksa di Universitas Brawijaya. Jurnal IJDS UB Vol. 3 No. 1. Malang.

Joseph, M. 2011. Access For All: Design Guideline. National Commission Persons with Disabilities. Santa Venera.

WHO. 1980. International Classification of Impairments, Disabilities and Handicap. WHA29.35. Geneva.




Flag Counter