Kajian Tingkat Kerentanan Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya

Methania Puspa Garia, Yulia Asyiawati

Abstract


Abstract. Flash floods in the South West Java region have had an impact on the Cipatujah area, especially in the ten villages there. The risk arising from the flash flood loss was estimated at 28,856,000,000 rupiah, six people were washed away in the river until four people were found dead and two people missing. In addition, 376 houses were damaged in Cipatujah Subdistrict, of which 104 were slightly damaged, 88 were moderately damaged and 184 were heavily damaged. The impact of the flash floods was the destruction of infrastructure which caused the paralysis of community activities in the Cipatujah and surrounding sub-districts, so it is important to know the level of social, physical and economic vulnerability in facing floods so that recommendations to minimize the risks posed are the objectives of this study. Vulnerability level assessment is carried out using quantitative methods with weighting and scoring analysis techniques according to Perka BNPB No. 2 of 2012 and for flood prone assessments overlay / superimpose analysis techniques were carried out. The results of this study show high social vulnerability in the villages of Cipatujah, Darawati Village, and Bantarkalong Village. The high economic vulnerability is in Kertasari Village, and high physical vulnerability is in Cipatujah Village. The results of the flood-prone analysis showed that 64.75% of the areas in Cipatujah Subdistrict belonged to the somewhat flood-prone category, 16.11% were slightly prone to flooding, 19.10% were prone to flooding and 0.36% were prone to flooding, especially in coastal areas such as Ciheras Village, Cipatujah Village, and Ciandum Village.

Keywords: flood, flood risk, vulnerability level disaster

 

Abstrak. Banjir bandang di Kawasan Jabar Selatan yang menimbulkan dampak di Keacamatan Cipatujah, khususnya di sepuluh desa yang ada disana. Risiko yang ditimbulkan dari banjir bandang tersebut kerugian ditaksir 28.856.000.000 rupiah, enam orang hanyut di sungai cipatujah empat orang ditemukan meninggal dan dua orang hilang. Selain itu 376 rumah rusak di  Kecamatan Cipatujah, diantaranya 104 rusak ringan, 88 rumah rusak sedang dan 184 rumah berat.  Dampak dari banjir bandang tersebut adalah hancurnya infrastruktur yang menyebabkan lumpuhnya kegiatan masyarakat di Kecamatan Cipatujah dan sekitarnya sehingga sangat penting diketahui tingkat kerentanan sosial, fisik dan ekonomi masyarakat dalam menghadapi bencana banjir agar dapat diketahui rekomendasi untuk meminimalisir risiko yang ditimbulkan yang menjadi tujuan dari penelitian ini. Penilaian tingkat kerentanan dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis pembobotan dan skoring menurut perka BNPB No. 2 Tahun 2012 dan untuk penilaian rawan banjir dilakukan teknik analisis overlay/superimpose. Hasil dari penelitian ini menunjukan kerentanan social tinggi berada di Desa Cipatujah, Desa Darawati, dan Desa Bantarkalong. Kerentanan ekonomi tinggi berada di Desa Kertasari, dan kerentanan fisik tinggi berada di Desa Cipatujah. Hasil analisis rawan bencana banjir menunjukan 64.75% wilayah di Kecamatan Cipatujah termasuk kedalam kategori agak rawan banjir, 16.11% sedikit rawan banjir, 19.10% rawan banjir dan 0.36% rawan banjir terutama di wilayah pesisir pantai seperti Desa Ciheras, Desa Cipatujah, dan Desa Ciandum.

Kata Kunci : Banjir bandang, Risiko Banjir, Tingkat Kerentanan Bencana.


Keywords


Banjir bandang, Risiko Banjir, Tingkat Kerentanan Bencana

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2018. Kecamatan Cipatujah Dalam Angka, 2018.

BNPB (Badan Penanggulangan Bencana). 2012. Indeks Rawan Bencana Indonesia. Jakarta: BNPB

BNPB (Badan Penanggulangan Bencana). 2012. Indeks Kerentanan Bencana Indonesia. Jakarta: BNPB

BNPB (Badan Penanggulangan Bencana). 2018. Resiko Bencana Indonesia. Jakarta: BNPB

Anonim. 2012. “Perkembangan Tingkat Kemiskinan Di Indonesia.” Dalam tnp2k.go.id. Diunduh, 20 Mei 2019.

Asdak, 1995. Hidrologi dan Pengolahan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Dibyosaputro, S. 1998. “Bahaya Kerentanan Banjir Daerah Antara Kutoarjo-Prembun Jawa Tengah Suatu Pendekatan Geomorfologi” dalam Universitas Gadjah Mada.

Kodoatie, R.J., dan Sugiyanto. 2002. Banjir, Beberapa Penyebab dan Metode Pengendaliannya Dalam Perspektif Lingkungan. Pustaka Pelajar. Yogyakarya.

Kementrian Negara Riset dan Teknologi, 2008, Iptek sebagai Asas dalam Penanggulangan Bencana di Indonesia. ristek.go.id.

Kodoatie, Robert J., dan Roestam Sjarief. 2006. Pengelolaan Bencana Terpadu. Jakarta: Yarsif Watampone

Matondang, J.P., 2013. Analisis Zonasi Daerah Rentan Banjir Dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis. Unversitas Diponegoro. Semarang

Miyasto,E. 2013.“Analisis Pertumbuhan Ekonomi Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi (Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tegah.”. Diponegoro Journal of Economics. Vol. 2, No. 2.

Prasetyo, A. 2010. “Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan (Studi kasus 35 Kabupaten/Kota di Jawa tengah Tahun 2003 – 2007).” Skripsi S-1 Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang.

Paimin, Sukresno dan B. I. Pramono. 2009. “Teknik Mitigasi Banjir Dan Tanah Longsor”. Balikpapan: dalam Tropenbos International Indonesia Programe.

Sudewo, M. N. 2011. “Pemodelan Hidrologi Dengan Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Penyusunan SDSS Penanggulangan Banjir”” dalam Buku Tugas Akhir di Universitas Gadjah Mada.

Suripin. 2004. Sistem Drainase Yang Berkelanjutan. Penerbit Andi Offset, Yogyakarta. Diunduh, 21 Mei 2019.

Soedibyo. 2004. Teknik Bendungan. Penerbit PT Pradnya Paramita, Jakarta. Diunduh 21 Mei 2019.

Sudaryoko, Y.. 1986. Pedoman Penanggulangan Banjir. Departemen Pekerjaan Umum Badan Penerbit Pekerjaan Umum.

Trimurti, W. 2010 “Runoff Assessment of Small Catchment using Spatial Semi-Physical Hydrological Model” dalam Buku Tesis Universitas Gadjah Mada.




Flag Counter