Kajian Pengembangan Taman Ramah Disabilitas di SWK Cibeunying Kota Bandung

Mahesa Radialloh Wardhani, Ernady Syaodih

Abstract


Abstract. The provision of Green Open Space, especially in urban areas must pay attention to its function effectively both in terms of ecological and planological aspects. The Green Open Space functions as one of the public facilities intended as a place for social needs, educational and cultural facilities provided by the Government. Green Open Space as a public facility must have good accessibility for everyone, including accessibility for people with disabilities. In 2016 the City Government of Bandung made Taman Inklusi as one of the theme parks for people with disabilities. However, the use of the inclusion park was deemed not yet maximal due to the lack of disability community participation to come to the park. This is not in line with its development goals as a space requirement for people with disabilities in the efforts of the Bandung City Government to create a city without discrimination or a friendly City of Bandung with a disability. The purpose of this study is to examine the development of disability-friendly parks in SWK Cibeunying in accordance with the needs of people with disabilities based on applicable provisions and standards in order to meet the needs of accessibility and facilities for providing open space for people with disabilities. The method of approach is used that is descriptive qualitative and quantitative. The qualitative approach is done with the analysis of the quantitative approach to exploration while using descriptive statistics. In this study will be conducted the identification of the on children who are in SWK Cibeunying reviewed based on existing conditions and accessibility facilities grounds and updating the identification of potential Park that will serve as a disability-friendly garden. The locations to be investigated are Taman Lansia, Taman Balai Kota and Taman Teras Cikapundung and based on the research results Taman Balai Kota is a decent park with a disability based on the needs of the facilities in the activities of people with disabilities. The final results of this study will formulate the concept of developing a park with disabilities in accordance with the needs of accessibility and facilities for people with disabilities. It is expected the final results can be considered as reference material the Government to develop a disability-friendly parks in Bandung city, especially SWK Cibeunying, that results from disability community aspirations and compliance with park standards according to what the disabilities need.

Keywords: Green Open Space, SWK Cibeunying, Disability.

 

Abstrak. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau khususnya di wilayah perkotaan harus memperhatikan fungsinya secara efektif baik dari sisi ekologis maupun sisi planologis. Ruang Terbuka Hijau berfungsi sebagai salah satu fasilitas publik yang diperuntukan sebagai tempat kebutuhan sosial, sarana pendidikan dan budaya yang disediakan oleh Pemerintah. Ruang Terbuka Hijau sebagai fasilitas publik harus memiliki aksesibilitas yang baik untuk semua orang, termasuk aksesibilitas bagi masyarakat penyandang disabilitas. Pada tahun 2016 pemerintah Kota Bandung telah membuat Taman Inklusi sebagai salah satu taman yang bertema terapi bagi warga disabilitas. Namun penggunaan Taman Inklusi dinilai masih belum maksimal dikarenakan kurangnya partisipasi masyarakat disabilitas untuk datang ke taman tersebut. Hal ini tidak sejalan dengan tujuan pembangunannya sebagai kebutuhan ruang masyarakat disabilitas dalam upaya Pemerintah Kota Bandung menciptakan kota tanpa diskriminasi atau Kota Bandung yang ramah dengan disabilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengembangan taman ramah disabilitas di SWK Cibeunying sesuai dengan kebutuhan masyarakat disabilitas berdasarkan ketentuan dan standar yang berlaku agar memenuhi kebutuhan aksesibilitas dan fasilitas penyediaan ruang terbuka bagi masyarakat disabilitas. Metode pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan analisis eksplorasi sedangkan untuk pendekatan kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi pada taman yang ada di SWK Cibeunying ditinjau berdasarkan aksesibilitas dan kondisi eksisting fasilitas taman dan mengidentifikasinya potensi taman yang akan dijadikan sebagai taman ramah disabilitas. Lokasi yang akan diteliti yaitu Taman Lansia, Taman Balaikota dan Taman Teras Cikapundung dan berdasarkan hasil penelitian taman balaikota merupakan taman yang layak dengan disabilitas berdasarkan kebutuhan fasilitas dalam aktifitas masyarakat disabilitas. Hasil akhir dari penelitian ini akan merumusan konsep pengembangan taman ramah disabilitas sesuai dengan kebutuhan aksesibilitas dan fasilitas untuk penyandang disabilitas. Diharapkan hasil akhir ini dapat dipertimbangkan sebagai bahan referensi pemerintahan untuk mengembangkan taman ramah disabilitas di Kota Bandung khususnya SWK Cibeunying yang merupakan hasil aspirasi dari masyarakat disabilitas serta pemenuhan standar taman menurut apa yang para disabilitas butuhkan.

 

Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, SWK Cibeunying, Disabilitas.


Keywords


Ruang Terbuka Hijau, SWK Cibeunying, Disabilitas

Full Text:

PDF

References


Aprilesti, Louxy Putri. 2019. Kajian Kebutuhan Taman Berdasarkan Persepsi Penyandang Disabilitas (Studi Kasus: Taman Inklusi dan Taman Lalu Lintas Kota Bandung). Universitas Islam Bandung.

Asmulianty, Andi. 2014. Identifikasi Tingkat Penggunaan Ruang Terbuka Publik Di Kota Makassar, DIlihat Dari Aspek Aktivitas, Fasilitas Dan Kriteria Perancangan. Jurnal Teknosains. Volume 8 Nomor 1: 1-18.

Dewang, Nasrudin, Leonardo. 2010. Aksesibilitas Ruang Terbuka Publik Bagi Kelompok Masyarakat Tertentu Studi Fasilitas Publik Bagi Kaum Difabel Di Kawasan Taman Suropati Menteng-Jakarta Pusat. Jurnal Planesa. Volume 1 Nomor 1.

Niko, Nikodemus, Annisa Shinta PN. 2016. Menilik Ruang Terbuka Bagi Difabel : Problematika Keadilan Di Kota Bandung. Inclusive: Journal of Special Education. Volume 2 Nomor 2: 95-106.

Nugroho, Dwi Suryadi, Ernady Syaodih. 2013. Strategi Peningkatan Kualitas Empat Atribut Green City Di Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota. Volume 13 Nomor 2.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30 Tahun 2006 Tentang Pedoman Teknis Fasilitas Dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung Dan Lingkungan. Jakarta.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Jakarta.




Flag Counter