Kajian Peluang Pengembangan Sentra Industri Kecil Menengah Kopi di Kecamatan Rajadesa kabupaten Ciamis

Mega Oktawidya, Saraswati Saraswati

Abstract


Abstract. Rajadesa District is astronomically located between 7010’6,65”, South latitude and 108026’10,07”. Rajadesa District is in the northern part of Ciamis Regency which is 35 Km from the Regency Capital. The land areas of Rajadesa District are 5.814 Ha. The topography consists of land and mountains with altitude ≤588 above the sea level.  Rajadesa District has hilly and bumpy conditions that save large potential resources, one of them is coffee plantation. Coffee plantation is a leading sector in Rajadesa District, with attractive natural resource conditions coffee is a big potential to be developed. Nowdays, coffee plantations in Rajadesa District are a source of economic community, almost half the number of family heads in Rajadesa District work as coffee farmers. This study aims to find out how people's preferences towards the development of small and medium industrial centers and propose for the development of small and medium industrial center locations. To achieve the aims, this study uses quantitative and qualitative approaches with LQ Shift-Share natural resource analysis methods, analysis of labor availability, supply chain analysis, value chain analysis, net shift quadrant analysis, potential analysis and distribution of small and medium industries, potential analysis market, process technology analysis, location analysis, and preference analysis. The results showed that Rajadesa District has a  potential for coffee plantations that can be developed even more. Therefore, it is necessary to allocate small and medium-sized industrial centers to provide facilities for the technology of a larger and more modern coffee-making process in order to produce more and better coffee. According to the results of location analysis and preference analysis, the allocation of the centers for small and medium industries are in Jatinagara District because the accessibility of distances between districts are closer, and according to the preference analysis the community prefers the Jatinagara District as a small to medium-sized industrial center because it is close to Rajadesa District raw

Keywords: SIKIM, SIKIM allocation, Coffee Plantation

 

Abstrak. Kecamatan Rajadesa secara geografis terletak pada garis lintang selatan 7010’6,65”, bujur timur 108026’10,07”. Kecamatan Rajadesa berada di bagian utara Kabupaten Ciamis yang berjarak 35 Km dari Ibu Kota Kabupaten. Luas wilayah kecamatan Rajadesa 5.814 Ha. Keadaan topografi terdiri atas dataran dan pegunungan dengan ketinggian tempat ≤588 mdpl. Kecamatan Rajadesa dengan kondisi bentang alamnya yang berbukit dan bergelombang menyimpan potensi sumberdaya yang besar, salah satunya adalah perekebunan kopi. Perkebunan kopi adalah sektor unggulan yang berada di Kecamatan Rajadesa, denga kondisi sumberdaya alam yang menarik kopi merupakan suatu potensi yang besar untuk dikembangkan. Perkebunan kopi di Kecamatan Rajadesa sekarang menjadi sumber ekonomi masyarakat, hampir setengah jumlah kepala keluarga di Kecamatan Rajadesa bekerja sebagai petani kopi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peluang pembangunan industri kopi melalui SIKIM dan usulan untuk pengembangan lokasi sentra industri kecil menengah. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan metode analisis sumberdaya alam LQ Shift-Share, analisis ketersediaan tenaga kerja, analisis rantai pasok, analisis rantai nilai, analisis kuadran pergeseran bersih, analisis potensi dan sebaran industri kecil menengah, analisis potensi pasar, analisis teknologi proses, analisis lokasi, dan analisis preferensi pelaku IKM. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kecamatan Rajadesa memiliki potensi unggulan perkebunan kopi yang layak untuk dikembangkan lebih besar lagi. Maka dari itu perlu adanya pengalokasian sentra industri kecil menengah untuk memberi fasilitas masyarakat teknologi proses pembuatan kopi yang lebih besar dan lebih moderen agar dapat menghasilkan kopi yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Menurut hasil analisis lokasi dan analisis preferensi Pengalokasian sentra industri kecil menengah ini berada di Kecamatan Jatinagara karna aksesibilitas jarak antar kecamatan lebih dekat, dan menurut analisis preferensi masyarakat lebih memilih kecamatan jatinagara sebagai lokasi sentra industri kecil menengah karna dekat dengan kecamatan rajadesa dan memudahkan untuk penyediaan bahan baku. 

Kata kunci: SIKIM, Pengalokasian SIKIM, Perkebunan Kopi


Keywords


SIKIM, Pengalokasian SIKIM, Perkebunan Kopi

Full Text:

PDF

References


Andri Ratnasari. 2013. Peranan Industri Kecil Menengah (IKM) Dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Ponorogo.[Jurnal]. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya

Ainun Zahriyah.2014. Evaluasi Kesesuain Lahan Untuk Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) Pada Bentuk Lahan Asal Volkanis Kecamatan Pasrujambe Kabuapten Lumajang. [Jurnal] Program Studi Geografi, Universitas Negeri Malang.

Adhityo Jatisukmono.2014. Analisis Preferensi Pengunjung Kedai Kopi Terhadap Menu Kedai Kopi di Kota Semarang. [Skripsi]. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro.

Badan Pusat Statistik. 2018. Kabupaten Ciamis Dalam Angka. Nomor Publikasi 3207.1803. Ciamis : Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. 2017. Kecamatan Rajadesa Dalam Angka. Nomor Publikasi 32070.1715. Ciamis : Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. 2018. Kecamatan Rajadesa Dalam Angka. Nomor Publikasi 32070.1815. Ciamis : Badan Pusat Statistik.

Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian Republik Indonesia

Dumairy.1997. Industri Dapat diartikan Sebagai Sekumpulan Perusahaan

Gunarif, Purnama.2016. Analisis Rantai Pasok dan Pemasaran Biji Kopi di Sumatera Barat. [Jurnal] Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas Padang.

Hasibun. 2000. Industri Terbagi Kedalam Suatu Lingkup Makro dan Mikro

Hayter Kuncoro.2013. Teori yang Menggambarkan hal-hal yang Mempengaruhi Lokasi Industri

Jivana Zulfi, Aulia Qonita.2018. Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Kopi Instan White Coffee di Kecamatan Kebumen Kabuapten Kebumen [Jurnal]. Program Studi Agribisnis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Lestari. 2012. Fungsi Dasar Utama Memperkuat Struktur Perekonomian Dalam Suatu Wilayah

Misra, Abdul Rahman. 2016. Analisa Resiko Rantai Pasok Lopo Mandaling Kopi dengan Pendekatan Sistem Traceability. [Jurnal] Program Studi Industri, UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Peraturan Menteri Perindustrian. Pedoman Teknis Pengembangan Kawasan Peruntukan Industri

Peraturan Menteri Perindustrian RI tentang Pedoman Teknis Pengembangan Kawasan Peruntukan Industri

Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035

Rustiadi, Ernan & Sugimin Pranoto. 2007. Agropolitan Membangun Ekonomi Perdesaan. Jakarta : Crespent Press.

Ridwan Adam. 1993. Studi Industri Kecil yang Potensial Berkembang di Kabupaten Dati II Semarang [Skripsi]. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Bandung

Rudi Gerah Tresnadi.1994. Penentuan Lokasi Kegiatan Industri di Kecamatan Padalarang Kabupaten Dati II Bandung [Skripsi]. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Bandung

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Ciamis Tahun 2017-2037

Sugiyono. 2014. Kerangka Berpikir Merupakan Model Konseptual

Sugiyono.2012. Metode Kualitatif dan Kunatitatif Tersebut Dapat Digabungkan Tetapi Digunakan Secara Bergantian.

Usman, Piji Pakarti.2016. Potensi Pengembangan Industri Kecil Desa Vokasi [Jurnal].Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dian Nuswanoro Semarang.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.




Flag Counter