Cyberbully dalam PilPres 2019 di Media Sosial

Utami Asty Lestari, Nila Nurlimah

Abstract


Abstract. Technology development cant deny in globalization era, as the society who does exist in developing country. The society in Indonesia used social media as one of media to discover information. One of negative impact existance of social media is cyberbully which also developing in society, including cyberbully at the presidential election 2019 on social media Twitter. twitter explained the process of cyberbully to commerce between the two parties from the role of media literacy. This research is based on narrative analytical method of Levi-Strauss whoch have specification to help us understand, to evaluate, and to figure it out structure of narrative. The scheme of narrative Levi-Strauss called as binary opposition which have two main comonent are syntagmatics and paradigmatic. This research focused on tweet phenomenom that happen in social media Twitter can resolved well and clearly.

Keywords : social media, twitter, cyberbully, narrative analysis Levi-Strauss


Abstrak. Perkembangan teknologi tidak dapat dipungkiri pada era globalisasi ini, sebagai masyarakat yang ada di negara berkembang, masyarakat Indonesia menggunakan media sosial sebagai salah satu media unttuk menggali informasi. Salah satu dampak negatif adanya media sosial adalah cyberbully yang juga berkembang di masyarakat, termasuk cyberbully pada pilpres 2019 di media sosial twitter ini. Dalam twitter dipaparkan proses cyberbully yang bertujuan untuk menimbulkan perpecahan anatara kedua belah pihak tersebut dan peran literasi media.  Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Analisis Naratif Levi Strauss yaitu mengkaji narasi yang dapat membantu kita untuk memahami, mengevaluasi dan memaknai struktur narasi. Skema Naratif Levi Strauss disebut sebagai oposisi biner yang memiliki dua komponen utama yaitu sintagmatik dan paradigmatik. Penelitian terfokus pada tweet yang berupa teks menggunakan dua komponen tersebut. Sehingga fenomena cyberbully yang terjadi media sosial twitter dapat diselesaikan dengan baik dan jelas.

Kata kunci: media sosial, twitter, cyberbully, analisis naratif levi strauss


Keywords


media sosial, twitter, cyberbully, analisis naratif levi strauss

Full Text:

PDF

References


Haryati. (2014). Cyberbullying Sisi Lain Dampak Negatif Internet. Mediakom, (11), 46-63.

Pandie, Mira M & Weismann, Ivan. (2016). Pengaruh Cyberbullying di Media Sosial terhadap Perilaku Reaktif Sebagai Pelaku Maupun Sebagai Korban Cyberbullying pada Siswa Kristen SMP Nasional Makassar. Jurnal Jaffray, 14(1). 43-62. doi: 10.252781.188.

Eriyanto. 2013. Analisis Naratif: Dasar-dasar dan Penerapannya dalam Analisis Teks Berita Media. Yogyakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2001. Strukturalisme Levi Strauss: Mitos dan Karya Sastra.Yogyakarta: Galang Press, hlm 40-41, dalam Eriyanto. 2013. Analisis Naratif, Dasar-Dasar dan Penerapannya dalam Analisis Teks Berita. Yogyakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Barkah, Hendri Jihadul. 2013. Claude Levi-Strauss: Si Empu Strukturalisme. Tersedia di http://Fauziteater76.blogspot.com/2013/07/claude-levi-strauss-si-empu.html. Diakses tanggal 21 Juni 2019.

Wajiran. 2008. Strukturalisme Levi-Strauss. Tersedia di http://wajirannet.blogspot.com/2008/01/strukturalisme-levi-strauss.html. Diakses tanggal 21 Juni 2019

James Potter. 2011. Media Literacy, Fifth Edition. Los Angeles, London, New Delhi, Singapore, Washington DC: Sage Publication

Art Silverblatt. 1995. Media Literacy: Keys to Interpreting Media Messages. London: Praeger

Intania Poerwaningtias, dkk., (2013), Model-model Gerakan Literasi Media dan Pemantauan Media di Indonesia, Pusat Kajian Media dan Budaya Populer bekerja sama dengan Yayasan TIFA, Yogyakarta.




Flag Counter