Konstruksi Makna Kegiatan Fotografi Jurnalistik bagi Anggota Komunitas

Zaenaldi Zaenaldi, Askurifai Baksin

Abstract


Abstract. The development of communication and information technology is very rapid, making the art of photography a hobby for most people because of its practicality, including journalistic photography. Now journalistic photography cannot only be obtained through education on campus or photography schools. The development of technology had opened opportunities for individuals who wanted to explore the world of journalistic photography, so that a community emerged as a form of solidarity and knowledge sharing, one of which was the Photo’s Speak photography community that was born at the UIN Sunan Gunung Djati Campus in Bandung. The purpose of this research is to find out: (1) The motives of the members to join the Photo’s Speak community; (2) The meaning of journalistic photography activities for members of the Photo’s Speak community; (3) The experience of the Photo’s Speak community members in conducting journalistic photography activities. The method used in this study is a qualitative method with the phenomenological approach of Alferd Schutz, through interview, observation, literature study, and relevant documents in research. For the selection of subjects, this study used a purposive sampling technique that finally found five members of the Photo’s Speak community to be informants in accordance with the researcher's goals. Based on the results of the study found: (1) The motives of the members to join the Photo’s Speak community; (2) The meaning of journalistic photography activities for members of the Photo’s Speak community; (3) The experience of the Photo’s Speak community members in conducting journalistic photography activities.

Keywords: Community, Meaning In, Phenomenology, Journalistic Photography, Photo’s Speak

 

Abstrak. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat, membuat seni fotografi menjadi sebuah hobi bagi sebagian besar orang karena kepraktisannya, tak terkecuali dengan fotografi jurnalistik. Kini ilmu fotografi jurnalistik tidak hanya bisa didapatkan melalui pendidikan di kampus atau sekolah fotografi saja. Perkembangan teknologi tadi membuka peluang bagi individu yang ingin mendalami dunia fotografi jurnalistik, sehingga munculah sebuah komunitas sebagai wujud solidaritas dan berbagi ilmu, salah satunya adalah komunitas fotografi Photo’s Speak yang lahir di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Motif para anggota bergabung dengan komunitas Photo’s Speak; (2) Makna kegiatan fotografi jurnalistik bagi anggota komunitas Photo’s Speak; (3) Pengalaman anggota komunitas Photo’s Speak dalam melakukan kegiatan fotografi jurnalistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alferd Schutz, melalui teknik wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumen yang relevan dalam penelitian. Untuk pemilihan subjek, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang akhirnya menemukan lima anggota komunitas Photo’s Speak menjadi informan sesuai dengan tujuan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan: (1) Motif para anggota begabung dengan komunitas Photo’s Speak; (2) Makna kegiatan fotografi jurnalistik bagi anggota komunitas Photo’s Speak; (3) Pengalaman anggota komunitas Photo’s Speak dalam melakukan kegiatan fotografi jurnalistik.

Kata Kunci:   Komunitas, Makna Diri, Fenomenologi, Fotografi Jurnalistik, Photo’s Speak


Keywords


Komunitas, Makna Diri, Fenomenologi, Fotografi Jurnalistik, Photo’s Speak (Community, Meaning In, Phenomenology, Journalistic Photography, Photo’s Speak)

Full Text:

PDF

References


Kuswarno, Engkus, 2009. Fenomenologi: Konsepsi, Pedoman dan Contoh Penelitian. Bandung: Widya Padjajaran.

Sugiarto, Atok. 2014. Jurnalisme Pejalan Kaki: Kiat Membuat Foto Untuk Laporan Jurnalistik. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Wijaya, Taufan. 2011. Foto Jurnalistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




Flag Counter