Kekerasan terhadap Jurnalis dalam Menjalankan Profesinya

Yuni Yuni, Kiki Zakiah

Abstract


Abstract. Journalists or reporters, basically, are everyone who deals with news. The need for information has now become a basic part that must be fulfilled every day. Journalism and communication roles in the millennium era is increasingly felt. As stated in Law No. 40/1999 concerning the Press. Even in the period of press freedom, there are even more cases of violence that befall reporters. Being a journalist is a profession that is vulnerable to danger. However, the birth of press freedom was followed by an increase insecurity threats to press workers including journalists. The types of physical violence experienced by journalists is different; starting from strikes, beatings, either by hand or by sharp or blunt objects, to beatings by individuals. That’s in the form of threats / intimidation, pressure from parties who are the object of the news and acts of beating, seizing or destroying journalistic task equipment (cameras, films, offices) to the murder. The purpose of this study was to find out the motive for the violence that occurred to journalists with the existing Press Law. The methodology used in this study is qualitative, with the phenomenological approach of Alfred Schutz. Violence againts journalists will not hapen, if the community has a culture to respect the function of the journalst’s duties. Culture that doesn’t respect journalists duties is a threat to journalists who are carrying out their work. The results of this study will show the motives and typologies behind the experience of violence that happened to journalists in carrying out their profession.

Keywords: Profession, Journalism, Profession, Journalist, Violence against Journalists, Analysis of Phenomenology

 

Abstrak. Jurnalis atau wartawan, pada dasarnya, adalah setiap orang yang berurusan dengan warta atau berita. Kebutuhan terhadap informasi kini sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap harinya. Peran jurnalistik dan komunikasi di era milenium seperti sekarang ini semakin terasa. Seperti tercantum dalam Undang-Undang No. 40/1999 tentang Pers, Dalam masa kebebasan pers sekalipun, justru semakin banyak kasus kekerasan yang menimpa wartawan. Menjadi seorang wartawan memang merupakan profesi yang rentan terhadap bahaya. Namun demikian, lahirnya kebebasan pers ini diikuti pula oleh meningkatnya ancaman keamanan terhadap pekerja pers termasuk para wartawan. Jenis kekerasan fisik yang dialami oleh jurnalis beragam, mulai dari penyeretan, pemukulan— baik dengan tangan maupun dengan benda tajam atau tumpul, hingga pengeroyokan oleh oknum. Baik yang berupa ancaman/intimidasi, tekanan dari para pihak yang menjadi obyek berita maupun tindakan pemukulan, perampasan atau pengrusakan perlengkapan tugas jurnalistik (kamera, film, kantor) sampai pada pembunuhan terhadap insan pers. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motif apa yang saja yang menjadi motif penyebab kekerasan yang terjadi pada wartawan dengan adanya Undang-undang Pers yang berlaku. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis Fenomenologi Alfred Schutz. Kekerasan terhadap wartawan tidak akan terjadi, jika masyarakat memilki budaya menghargai fungsi dari tugas jurnalis. Budaya yang tidak menghargai tugas wartawan merupakan sebuah ancaman terhadap jurnalis yang sedang menjalankan pekerjaannya. Hasil penelitian ini akan menunjukkan motif dan tipologi dibalik pengalaman kekerasan yang terjadi pada wartawan dalam menjalankan profesinya.

Kata Kunci: Profesi, Jurnalistik, Profesi, Jurnalis, Kekerasan terhadap Wartawan, Analisis Fenomenologi


Keywords


Profesi, Jurnalistik, Profesi, Jurnalis, Kekerasan terhadap Wartawan, Analisis Fenomenologi

Full Text:

PDF

References


Buku :

Sobur, Alex. 2001. Etika Pers Profesionalism dengan Nurani. Bandung : Humaniora Utama Press.

Zenuddin, H.M. 2011. The Journalist (Bacaan Wajib Wartawan, Redaktur, Editor & Mahasiswa Jurnalistik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Atmadi, T. 1985. Sistem Pers Indonesia. Jakarta: PT Gunung Agung.

Sumber lain:

https://advokasi.aji.or.id/index/data-kekerasan/1.html

https://rsf.org/fr/indonesie




Flag Counter