Representasi Perlawanan Kaum Miskin Jakarta

Regi Fery Pratama, Ratri Rizki

Abstract


Abstract.  Film is a communication message that uses channels in connecting communicator and communicant, and can cause certain effect for the audience. Film can also express meaning through signs. “Jakarta Unfair” is a film that raises the resistances of Jakarta residences to the evictions carried out by the government. The film also raises the issue of citizen life before and after relocation which is still rarely revealed by the mainstream media. The purpose of this research is how media represents the meaning of resistance in the documentary film “Jakarta Unfair”. This research uses semiotic method, which is a science that examines signs. The theory used is John Fiske’s television codes. In this research, researcher examined three levels that is reality level, representation level, and ideology level. The result of this research concludes that the reality of Jakarta citizens in “Jakarta Unfair” film is shown through the actions of citizens to resist the eviction by the government. The resistances ways that used by the citizens are different, such as marching, filing a law and refused to be relocated because the relocation did not guarantee their lives to be better.

Keyword: Film, Jakarta Unfair, Semiotic, John Fiske Television Codes.

Abstract. Film merupakan pesan komunikasi massa yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan, serta dapat menimbulkan efek tertentu bagi khalayaknya. Film juga dapat mengungkapkan makna melalui tanda-tanda. Film “Jakarta Unfair” merupakan sebuah film yang mengangkat tentang perlawanan warga Jakarta terhadap penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah. Film ini juga mengangkat persoalan kehidupan warga sebelum direlokasi dan setelah direlokasi yang mana masih jarang diungkap oleh media mainstream. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana media merepresentasikan makna perlawanan pada film dokumenter “Jakarta Unfair”. Penelitian ini menggunakan metode semiotika, yaitu suatu ilmu yang mengkaji tentang tanda-tanda. Teori yang digunakan adalah kode-kode televisi John Fiske. Dalam penelitian ini, peneliti meneliti tiga level yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa realitas perlawanan warga Jakarta di film Jakarta Unfair ditunjukan melalui aksi-aksi yang dilakukan warga untuk menolak terjadinya penggusuran oleh pemerintah. Cara perlawanan yang dilakukan oleh setiap daerah berbeda-beda, seperti berdemo, melakukan pengajuan hukum dan menolak untuk direlokasi karena relokasi pun tidak menjamin kehidupan mereka menjadi lebih baik.

Kata kunci: Film, Jakarta Unfair, Semiotika, Kode-kode Televisi John Fiske.


Keywords


Film, Jakarta Unfair, Semiotika, Kode-kode Televisi John Fiske

Full Text:

PDF

References


Ardianto, Elvinaro. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Cangara, Hafied. 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Danesi, Marcel. 2010. Pengantar Memahami Semiotika Media. Yogyakarta : Jalasutra

Irawanto, Budi. 1999. Film, ideology, dan Militer ; Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia. Yogyakarta : Media Pressindo

Nawiroh, Vera. 2014. Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia

Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Suseno, Franz Magnis.2005. Pemikiran Karl Marx. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Van Zoest, Aart. 1993. Semiotika Tentang Tanda, Cara Kerjanya Dan Apa Yang Kita Lakukan Dengannya. Penerjemah Ani Soekawati. Jakarta : Yayasan Sumber Ageung.




Flag Counter